Kupang (MEDIATOR)–Kompetisi menulis ceritra rakyat yang diselenggarakan oleh PT. Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (PT BPD NTT/Bank NTT) untuk mendukung Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2023 yang dicanangkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sebentar lagi akan diumumkan hasilnya oleh tim juri.
Ternyata ada banyak fakta menarik dari lomba ini, yakni peserta yang membludak dan banyak ceritra rakyat yang tersingkap ke permukaan. Hal ini mengemuka dalam press conference panitia lomba menulis ceritra rakyat bersama juri dengan insan pers, yang berlangsung Selasa (24/10) di My Kopi O, Kupang.
Hadir saat itu, Kepala Divisi Dana Bank NTT kantor pusat, Sonny Pellokila beserta tim dari Divisi Dana, serta tim juri yakni Marsel Robot dan tim dosen dari Program Study Bahasa dan Sastra Indonesia, Undana Kupang.
Dalam sambutan pembukanya, Sonny Pellokila mengaskan bahwa lomba ini digelar sebagai bukti kepedulian Bank NTT terhadap kekayaan pariwisata di Provinsi NTT terutama dalam bidang ceritra rakyat.
“NTT kaya akan ceritra rakyat, namun masih sedikit literatur sebagai warisan ke generasi berikutnya karena budaya kita adalah budaya tutur dan bukan menulis. Kita kekurangan narasi yang kuat mengenai ceritra rakyat, yang mendukung upaya mendatangkan wisatawan,”tegasnya menambahkan, inilah alasan digelarnya kompetisi “Cerita Rakyat Tempat Wisata NTT” sebagai sebuah event guna mendorong masyarakat untuk ikut berpatisipasi, mengenal dan mengangkat tempat wisata di NTT yang kemudian akan dituangkan dalam bentuk penulisan yang menarik.
Dengan menggandeng akademisi, Bank NTT ingin memperoleh hasil yang berkualitas dan bisa dipertanggungjawabkan. Apalagi saat itu Sonny berkali-kali menegaskan bahwa sepatutnya setiap naskah peserta lomba yang diserahkan adalah yang sudah diaprove oleh tetua atau lembaga adat tempat wisata setempat agar tidak menjadi polemik di kemudian hari.
“Di satu sisi kita ingin hasil yang maksimal, yakni munculnya narasi-narasi yang kuat tentang ceritra rakyat tempat wisata, di sisi lain kita ingin ada legitimasi dari lembaga atau tokoh adat setempat sehingga tidak menimbulkan polemik. Desain besar kita adalah, kedepan di setiap tempat wisata ini ada layanan informasi yang tinggal discan oleh tourist, mereka sudah bisa tau backgroung situs tersebut,”tegas Sonny menambahkan, dalam layanan informasi yang diunggah secara digital ini, sudah termasuk di dalamnya informasi penginapan terdekat, ATM, produk UMKM serta transportasi hingga kantor pos polisi terdekat dan sebagainya. Sonny juga mengucapkan terimakasih kepada semua pihak terutama para kepala daerah yang menyatakan dukungannya terhadap program ini dengan menerbitkan surat perintah kepada OPD terkait untuk memfasilitasi peserta lomba di setiap kabupaten.
“Naskah ini akan ditulis dalam tiga bahasa yakni Bahasa Indonesia, bahasa lokal setempat serta akan diterjemahkan dalam Bahasa Inggris sehingga bisa dikonsumsi oleh semua kalangan, kami yakin dengan lomba ini, wisatawan baik domestik maupun mancanegara akan sangat terbantu,”ujar Sonny menambahkan, juara lomba ini akan diumumkan pada puncak perayaan bulan inklusi keuangan, November mendatang.
Sementara ketua tim juri, Marsel Robot dari Undana saat itu menjelaskan bahwa dari kompetisi ini, Bank NTT sementara meretas jalan untuk pulang. Dan ini sebuah bentuk penghargaan dari Bank NTT terhadap kekayaan adat masyarakat NTT.
“Ketika sedang dikepung media sosial, dan di tengah kesibukan yang sangat tinggi, Bank NTT telah meretas jalan untuk pulang. Sebenarnya selama ini kita kaya akan potensi tersebut, namun kurangnya promosi berupa narasi yang kuat, makanya kompetisi ini bagus dan hatus didukung,”jelas Marsel.
Diakuinya, selama menjuri, mereka menemukan ceritra-ceritra yang asli, sudah direkomendasikan oleh pemerintah dan juga tetua adat setempat. Kalaupun tidak, naskah itu dengan sendirinya gugur. Juri menjunjung tinggi validitas dan originalitas setiap ceritra yang ditulis. “Kami tidak mengesampingkan kemampuan mereka, tapi originalitas dalam tulisan ini akan jadi pertaruhan,”tegasnya.
Sebelumnya Kasubdiv Edukasi & Promosi, Alberth Bria merinci ada 724 peserta dari seluruh kantor cabang di NTT. Mereka dinilai oleh dewan juri tiap kabupaten dan selanjutnya akan dinilai di tingkat provinsi.
Untuk diketahui, ada dua kategori lomba ini yakni SMP, SMA dan sederajat. Kompetisi Penulisan Cerita Rakyat Tempat Wisata di Nusa Tenggara Timur” merupakan program edukasi dan literasi keuangan perbankan sebagai dukungan terhadap Perpres No 82 tahun 2016 tentang Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI) serta Mendukung Kegiatan BIK 2023 yang dicanangkan OJK menumbuhkan budaya menabung bagi generasi muda sejak dini.
Sementara tema yang dipilih dalam “Kompetisi Penulisan Cerita Rakyat Tempat Wisata di Nusa Tenggara Timur” adalah “EUFORIA (Education, Fun & histOry) BIK 2023” dengan Sub Tema adalah “Kar’na (Kenalkan, Anjungkan, Ramaikan, daN Abadikan) NTT Punya Cerita”. Seluruh pelajar SMP dan SMA di seluruh lokasi Kantor Cabang Bank NTT tanpa dipungut biaya. (***/HUMAS BNTT/KJR)
Juara Kompetisi Menulis Ceritra Rakyat Segera Diumumkan, Bank NTT Tegaskan Originalitas dan Legitimasi Tokoh Adat






