Kupang (MEDIATOR)--Ketua DPC Indonesian National Shipowners’ Association (INSA) NTT, Yusak Viktor Benu angkat bicara terkait aktivitas pelabuhan jelang hari raya Lebaran.
“Aktivitas bongkar muat di pelabuhan pasti meningkat drastis dikarenakan bukan hanya terjadi lonjakan penumpang tetapi juga barang masuk dan keluar NTT akan naik secara signifikan,”tegas Yusak kepada Mediatorkupang.com di Kupang, Jumat.

Dia menyebut biasanya di hari raya tidak saja Lebaran melainkan Natal, akan terjadi lonjakan harga di pasar karena Traffic Akomodasi di pelabuhan dan Dwelling Time yang dibebankan pada Perusahaan pengguna jasa Pelabuhan sehingga pada ujungnya akan berdampak pada kenaikan harga barang di pasar.

Ini akan berujung pada keterlambatan distribusi barang sehingga membuat kelangkaan barang di pasar dan harga bahan pokok menjadi naik.
“Karena itu INSA NTT memberikan apresiasi kepada PT Pelindo karena dalam menjaga stabilitas harga akan memberikan insentif diskon 50 persen untuk jasa penumpukan peti kemas dan kargo dari 24 Maret 2025 sampai April 2025,”tegas Yusak.
Mengutip Direktur Pengelola Pelindo, Putut Sri Muljanto berujar, insentif tersebut, menyusul aturan pemerintah yang menetapkan kendaraan atau truk-truk besar tidak boleh jalan di pembatasan. Pelindo memproyeksikan adanya pergerakan di terminal for Pelindo mencapai 2,5 juta orang.

“Kami mengoperasikan 63 pelabuhan yang tersebar di masing-masing regional.”
Kebijakan ini telah diatur dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) Direktur Jenderal Perhubungan Darat Nomor: KP-DRJD 1099 Tahun 2025, Direktur Jenderal Perhubungan Laut Nomor: HK.201/4/4/DJPL/2025,
“Jadi masyarakat NTT tidak usah kuatir karena kebijakan Pemerintah telah menjadi solusi dari permasalahan yang sering terjadi pada hari Raya dan sudah di antisipasi demi kenyamanan masyarakat dalam menghadapi Hari Raya dan Liburan, baik dalam kesiapan Transportasi Manusia dan barang di pelabuhan seluruh Indonesia,”pungkas Yusak. (Boy)






