SALATIGA–Fakultas Teknologi Informasi (FTI) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) memperkuat kontribusinya dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan meluluskan enam doktor melalui yudisium Program Studi Doktor Ilmu Komputer yang berlangsung di Ruang Auditorium FTI UKSW, Selasa (27/10/2026). Keenam lulusan tersebut adalah Dr. Gunawan, Dr. Orissa Octaria, Dr. Ifan Prihandi, Dr. Kristia Yuliawan, Dr. Agustinus Suradi, dan Dr. Purwono. Disertasi mereka menghadirkan beragam inovasi berbasis teknologi untuk menjawab persoalan lintas sektor, mulai dari kesehatan digital, pertanian, pelayanan publik, kebencanaan, pendidikan, hingga ketahanan pangan.
Ketua Program Studi Doktor Ilmu Komputer FTI UKSW, Dr. Irwan Sembiring, S.T., M.Kom., menyampaikan bahwa Doktor Ilmu Komputer sejak awal dikembangkan sebagai hub atau penghubung untuk membantu menyelesaikan berbagai persoalan lintas sektor. Menurutnya, penerapan Ilmu Komputer tidak hanya berfokus pada pengembangan teknologi, tetapi juga pada pemanfaatannya untuk menjawab kebutuhan masyarakat.

Foto UKSW
“Ilmu Komputer posisinya adalah mempermudah menyelesaikan persoalan-persoalan yang mungkin selama ini kita anggap rumit dan lama,” ungkapnya.
Menurut Dr. Irwan, beragam topik disertasi tersebut memperlihatkan bahwa penelitian doktoral Ilmu Komputer dapat diterapkan untuk menjawab kebutuhan lintas sektor. Ia juga menyampaikan bahwa sejumlah karya para lulusan telah memperoleh pengakuan akademik internasional melalui publikasi pada jurnal bereputasi yang terindeks Scopus Q2. Capaian tersebut memperkuat kontribusi akademik program studi dalam mengembangkan penelitian yang relevan dengan kebutuhan berbagai sektor.
Di bidang kebencanaan dan ketahanan pangan, Dr. Gunawan mengembangkan penelitian berjudul Enhanced Sliding Window untuk Prediksi Magnitudo Gempa Bumi Berbasis Katalog Seismik Multiregional Menggunakan Deep Learning. Penelitian ini memanfaatkan pendekatan deep learning untuk mengolah katalog seismik dari berbagai wilayah guna mendukung pengembangan metode prediksi magnitudo gempa bumi. Sementara itu, Dr. Ifan Prihandi meneliti peramalan harga cabai rawit merah menggunakan model hibrida ARIMA-LSTM yang dioptimalkan dengan 3D Structure Pose Estimator. Penelitian ini mengangkat persoalan fluktuasi harga pangan melalui pemanfaatan metode peramalan dan kecerdasan buatan untuk mengolah pola data harga.

Foto: UKSW
Pada bidang pendidikan dan pelayanan publik, Dr. Orissa Octaria mengembangkan kerangka kerja hibrida multikriteria dan data mining untuk sistem kecerdasan pendidikan, dengan studi kasus program pertukaran mahasiswa di Indonesia. Penelitian ini memadukan pendekatan pengambilan keputusan multikriteria dan pengolahan data untuk mendukung analisis program pertukaran mahasiswa. Adapun Dr. Agustinus Suradi mengembangkan kerangka kerja Integrated Governance Trust (IGT) untuk mengevaluasi layanan pemerintahan digital atau e-government. Melalui penelitian yang melibatkan 514 responden pengguna layanan digital pemerintah daerah, ia menyoroti pentingnya pengalaman pengguna (user experience) dan kualitas layanan sistem informasi dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap tata kelola pemerintahan.
Sementara itu, bidang pemantauan dan deteksi berbasis kecerdasan buatan ditunjukkan melalui penelitian Dr. Kristia Yuliawan tentang pemanfaatan citra udara dari Unmanned Aerial Vehicle (UAV) atau drone untuk mendeteksi kesehatan tanaman kelapa sawit. Penelitian ini membandingkan model YOLOv8s dan Faster R-CNN, dengan hasil yang menunjukkan bahwa YOLOv8s memiliki waktu pemrosesan 1,1 milidetik per citra. Di bidang kesehatan, Dr. Purwono mengembangkan dua arsitektur U-Net ringan, yaitu DFU-FuzzyLiteUNet dan DFU-MambaLiteUNet, untuk segmentasi luka kaki penderita diabetes. Melalui kolaborasi dengan Indonesian Wound Care Clinician Association (InWCCA), penelitian ini membuka peluang penerapan pada perangkat seluler dan sistem telemedis untuk membantu tenaga kesehatan mendeteksi serta memantau perkembangan penyembuhan luka.
Sejak berdiri pada 2019, Program Studi Doktor Ilmu Komputer FTI UKSW telah meluluskan 29 doktor. Ke depan, program studi berupaya memperluas jejaring dan kerja sama dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, termasuk meningkatkan kolaborasi internasional serta jumlah mahasiswa dari luar negeri.
Melalui kelulusan enam doktor ini, FTI UKSW terus mendorong pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang tidak berhenti pada capaian akademik, tetapi juga berorientasi pada penyelesaian persoalan nyata. Hasil penelitian para lulusan diharapkan dapat diterapkan di institusi masing-masing serta memberikan manfaat bagi masyarakat.
Kajian tersebut sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs ke-3 yaitu kehidupan sehat dan sejahtera, SDGs ke-4 yaitu pendidikan berkualitas, SDGs ke-9 yaitu industri, inovasi dan infrastruktur, SDGs ke-11 yaitu kota dan pemukiman yang berkelanjutan, SDGs ke 16 yaitu perdamaian, keadilan dan kelembagaan yang tangguh, dan SDGs ke-17 yaitu kemitraan untuk mencapai tujuan. Penelitian ini juga mendukung komitmen UKSW dalam mendukung program Diktisaintek Berdampak yang selaras dengan Asta Cita ke-4 melalui penguatan sumber daya manusia, sains, teknologi, dan pendidikan.
Sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terakreditasi Unggul, UKSW telah berdiri sejak tahun 1956 dan memiliki 15 fakultas dengan 65 program studi mulai jenjang Diploma hingga Doktor, serta 36 program studi terakreditasi Unggul dan A. Berlokasi di Salatiga, UKSW dikenal sebagai Kampus Indonesia Mini karena keberagaman mahasiswanya yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Melalui semangat “Creative Minority”, UKSW terus mendorong lahirnya lulusan yang mampu menjadi agen perubahan dan menghadirkan dampak positif bagi masyarakat. (RLS/UKSW/BOY)












