Dr. Jacob Ratu Gantikan Prof Apris Adu Pimpin FKM Undana Periode 2026–2030

Pendidikan459 Dilihat

KUPANG – Dr. Ir. Jacob M. Ratu, M.Kes., resmi terpilih sebagai Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Nusa Cendana (Undana) periode 2026–2030 dalam proses pemilihan yang berlangsung di lingkungan FKM Undana, Kupang, pada Senin (13/10/2026) sore.

Pemilihan kepemimpinan ini disaksikan langsung oleh jajaran pimpinan universitas, termasuk Wakil Rektor I Prof. Dr. drh. Annytha I.R. Detha, M.Si., Wakil Rektor II Prof. Dr. Paul G. Tamelan, M.Si., Wakil Rektor III Dr. Rudi Rohi, M.Si., Wakil Rektor IV Prof. Dr. Philiphi de Rozari, S.Si., M.Si., M.Sc., Ph.D., Dekan FKM periode 2022–2026 Prof. Dr. Ir. Apris A. Adu, S.Pt., M.Kes., serta para anggota Senat FKM Undana.

Dalam proses pemungutan suara yang diawali penyampaian visi-misi dan wawancara bersama para wakil rektor, Dr. Jacob Ratu nomor urut dua berhasil mengungguli dua calon lainnya, yakni Dr. Yendris K. Syamruth, S.KM., M.Kes., (nomor urut satu) dan Dr. Marni, S.KM., M.Kes., (nomor urut tiga), dengan Wakil Rektor I memegang 35 persen bobot suara Rektor Undana.

Estafet kepemimpinan baru ini menjadi momentum untuk menjaga status akreditasi unggul FKM serta memperkuat tata kelola akademik yang adaptif terhadap perkembangan ilmu kesehatan. Visi kepemimpinan baru yang berfokus pada pemanfaatan living laboratory (laboratorium hidup) di fasilitas kesehatan seperti Puskesmas diproyeksikan melahirkan riset-riset terapan yang responsif, sekaligus mencetak tenaga kesehatan masyarakat yang sigap menyelesaikan problem gizi, lingkungan, dan penyakit masyarakat di lapangan.

Baca Juga  BANGGA,,,!! SMAN 7 Kupang Juarai Lomba Drum Band Sekolah se-NTT, Tropy Diarak Keliling Kota

Komitmen Bersatu dan Penguatan Inovasi Lintas Sektor

Dr. Ir. Jacob M. Ratu, M.Kes., Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Nusa Cendana (Undana) periode 2026–2030.

Usai dinyatakan terpilih, Dr. Jacob M. Ratu menegaskan bahwa pembangunan FKM Undana tidak dapat bertumpu pada tanggung jawab individu, melainkan membutuhkan komitmen dan sinergi utuh seluruh komponen fakultas. Ia mengajak pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, hingga mahasiswa untuk kembali bersatu merapatkan barisan demi mengawal agenda kemajuan FKM Undana ke depan.

Fokus utama kepemimpinannya adalah memperkuat inovasi riset melalui integrasi antara bidang kesehatan masyarakat dan sektor-sektor strategis pendukung guna menjawab tantangan daerah yang semakin kompleks.

“Kita sudah berkomitmen untuk bersama-sama membangun FKM menjadi lebih baik. Siapa pun yang terpilih, kita harus tetap bersatu untuk membangun fakultas ini ke depan,” ungkap Dekan Terpilih FKM Undana, Dr Jack Ratu.

Menyikapi tantangan keterbatasan anggaran dalam pengadaan fasilitas fisik laboratorium di kampus, Dr. Jacob Ratu merancang strategi pemanfaatan living laboratory atau laboratorium hidup secara intensif. Pembelajaran ilmu kesehatan masyarakat dirancang agar terhubung langsung dengan realitas sosial melalui optimalisasi Puskesmas dan lingkungan masyarakat sebagai wahana praktik, riset, dan pengabdian.

Baca Juga  Disaksikan Pdt Erastus Sabdono, 34 Wisudawan STAK Kupang Didoakan Pdt Jony Killapong dengan Penuh Air Mata

Melalui integrasi sarana pelayanan kesehatan ini, mahasiswa jenjang sarjana maupun pascasarjana difasilitasi untuk mempelajari secara presisi berbagai problematika kesehatan di tengah warga.

“Kita juga memanfaatkan laboratorium di lapangan, baik di Puskesmas maupun lokasi lainnya. Dengan demikian, ada integrasi antara pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat,” jelasnya..

Penguatan laboratorium lapangan ini ditargetkan mampu membuka peluang kolaborasi yang lebih luas antarperspektif keilmuan dan antarprogram studi di lingkungan FKM Undana. Pembelajaran terapan yang memadukan pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi proses belajar-mengajar sekaligus mendongkrak kualitas kompetensi kelulusan mahasiswa. Pendekatan ini menjamin bahwa seluruh potensi sumber daya manusia FKM Undana dapat dimanfaatkan secara optimal bagi pembangunan sektor kesehatan daerah..

Warisan Akreditasi Unggul dan Pesan Dekan Demisioner

Sementara itu, Dekan FKM Undana periode 2022–2026, Prof. Dr. Ir. Apris A. Adu, S.Pt., M.Kes., menyampaikan apresiasinya atas kelancaran seluruh proses demokrasi fakultas. Ia menekankan bahwa dinamika setiap periode kepemimpinan selalu membawa tantangan tersendiri yang membutuhkan kearifan, pengalaman manajerial, serta komunikasi yang inklusif untuk merangkul seluruh civitas akademika.

Baca Juga  Rasio 67 Banding 1: Farmasi Jadi Prodi Paling Ketat dalam Ledakan Pendaftar SNBP Undana 2026

Prof. Apris berharap kepemimpinan baru dapat merawat berbagai capaian strategis yang telah diraih FKM Undana, khususnya raihan akreditasi unggul serta penataan tata kelola dan fasilitas kampus yang nyaman.

Dekan FKM Undana periode 2022–2026, Prof. Dr. Ir. Apris A. Adu, S.Pt., M.Kes.

“Setiap masa pasti punya cara, setiap orang mempunyai cara bagaimana dia memimpin. Setiap masa juga memiliki masalah dan kendala, serta bagaimana mencari jalan keluarnya sendiri,” pesan Dekan FKM Undana Periode 2022–2026, Prof. Dr. Ir. Apris A. Adu, S.Pt., M.Kes.

Harapan Baru dan Komitmen Pengabdian Kesehatan NTT

Terpilihnya Dr. Jacob M. Ratu menandai dimulainya babak baru FKM Undana dalam menerjemahkan visi akademik menjadi program kerja yang konkret dan terukur. Keberlanjutan tata kelola yang baik, pembenahan mutu administrasi, serta penciptaan iklim akademik yang kondusif menjadi prioritas yang akan dikawal bersama.

Dukungan penuh seluruh civitas akademika menjadi modal utama bagi pimpinan baru untuk merealisasikan seluruh program strategis yang telah dicanangkan. Melalui konsistensi integrasi pendidikan dan pengabdian berbasis living laboratory, FKM Undana optimis dapat mempertahankan keunggulan akademisnya sekaligus memperbesar kontribusi nyata bagi peningkatan derajat kesehatan masyarakat di Nusa Tenggara Timur. (RLS/UNDANA/BOY)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan