Dipulihkan Tuhan dari Penyakit  Langka, Jadi Desainer Gaun Miss World

Lainnya1581 Dilihat

SEKITAR enam (6) tahun lalu Jacqlien Celosse tergolek lunglai. Masuk-keluar rumah sakit sudah tak terhitung. Diagnosa dokter yang menangani pun berbeda-beda. Apa sebenarnya penyakit yang sedang dideritanya? Akhirnya, Juni 2008 Jacqlien divonis menderita Kikuchi Fujimoto (KF), penyakit langka dengan autoimmune yang agresif.

Orang dengan penyakit autoimmune jika ada satu penyakit yang menyerang, tubuhnya akan memproduksi 100 imun. Satu imun dipakai untuk melawan penyakit, sisanya akan menyerang tubuhnya. Ibarat senjata makan tuan. Akibatnya, tubuh Jacqlien kian lemah tak berdaya, semakin kurus dan pipinya cekung. Selain rasa sakit yang hebat, ia juga sering dihantui ketakutan yang luar biasa.

Setelah menjalani perawatan berbulan-bulan, kondisi tubuhnya masih naik-turun. Ketika sedang baik sekali, ia merasa sangat sehat dan bisa melakukan apapun. Tapi tiba-tiba kondisinya bisa drop, sampai menggerakkan tubuhnya pun ia tak mampu. “Kondisi up and down ini sering membuat perasaan saya seperti dipermainkan,” tuturnya.

Bukan hanya saat dewasa Jacqlien mengalami penderitaan. Sejak kecil dia hidup dalam keluarga yang “broken home”. Bahkan di usia 12 tahun, dia divonis mati oleh dokter akibat penyakit syaraf di otak kiri.

Baca Juga  Terima Ketua Sinode GMIT, Gubernur Viktor: Saatnya Kita Harus Bangkit

Tidak mau Menyerah dengan penyakit yang ada

Bertahun-tahun menderita penyakit langka dengan kondisi naik turun tidak membuat Jacqlien putus asa. Dengan dukungan suami dan keluarga, Jacqlien berusaha tetap melayani sebagai penyanyi ketika kondisinya sedang membaik.

Sementara ketika kondisi lemah, ia mengembangkan talentanya dengan mendesain dan membuat baju. “Awalnya, dia membuat gaun untuk dirinya dan saudaranya. Kemudian ada teman-temannya mulai melihat dan memesan,” jelas David Novendus, suaminya.

Beberapa karya Jacqlien yang dikenakan oleh Miss World
Foto: istimewa

Miss World

Karya Jacqlien yang pernah belajar fashion di sekolah mode Esmod ini pun mulai mendapat apresiasi luas. Wanita kelahiran Manado, 11 Maret 1973 ini terpilih sebagai satu di antara 48 desainer Indonesia yang dipercaya merancang busana kontestan Miss World 2013 di Bali. Salah satu karya Jacqlien dikenakan Miss Brazil Sancler Frantz Konzen yang berhasil masuk dalam 10 Besar Top Model Miss World 2013.

Baca Juga  Ferdy Sambo Tulis Surat Permintaan Maaf

Keikutsertaan Jacqlien sebagai desainer Miss World bermula dari coba-coba. “Kita berdoa supaya kehendak Tuhan yang terbaik saja terjadi. Puji Tuhan desainnya bisa diterima dan diberi kesempatan membuat gaun untuk empat peserta Miss World. Terima kasih atas dukungan doa para sahabat.”

Jacqlien yang telah berkali-kali mengalami masa krisis, masih beroleh anugerah Tuhan untuk mensyukuri hari hidupnya.

“Sejak kecil impianku bertumbuh subur seperti pertumbuhan badanku seiring berjalannya waktu satu per satu ku wujudkan tetapi karena keterbatasan waktu dan tempat juga dukungan membuatku tidak mampu meraih mimpiku hingga tersisa satu mimpi yaitu ingin sukses di bidang jahit/ desainer hanya untuk memuaskan para pelanggan dimana aku tahu bukan hanya aku tetapi semua orang pasti sulit menemukan pakaian, dress, kebaya yang pas seperti yang mereka inginkan,”ujarnya.

Bahkan  bukan hanya pelanggan terlebih-lebih dia  sendiri ingin memuaskan diri sendiri dulu kemudian orang” akan melirik karena dia tau yang mereka inginkan tidak jauh dari yang diinginkannya. Dia  contohkan, saat melihat pakaian di online kemudian muncul niat ingin membeli dan ternyata sudah habis bibeli yang lain. Malah ada banyak komentar di bawahnya masih restock gak??

Baca Juga  Faperta Undana  Bidik Prestasi Nasional Gelar Seleksi Delegasi Terbaik

“nah dari itu saya bisa lihat pakaian yang benar-benar disuka banyak orang seperti apa dari itulah semakin besar cinta saya menjadi seorang desainer,”ujar dia. Penyakit tidak membuat dia berhenti berkarya buat orang banyak dan semua itu untuk kemuliaan Tuhan. Tuhan segalanya ku persembahkan di hadapanMU, dan jadilah seperti yang Bapa kehendaki dalam hidup kami.

Roma 8:28 – Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.

* * * * *

(Ini adalah kesaksian pribadi yang dikutip dari sumber resmi, dan dipublikasikan oleh manajemen Mediator Group. Terimakasih/Stenly Boymau)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan