Oleh: Felix Nesi
(Budayawan, Pemerhati Sosial)
“Jika seseorang mengatakan bahwa di luar ada hujan, dan orang lain membantah bilang di luar tidak hujan, maka tugas jurnalis adalah melihat ke luar jendela, dan memastikan apakah sedang hujan atau tidak. Bukan sekadar mengutip apa yang dua orang itu perdebatkan…”
Itu kalimat yang cukup terkenal, yang (katanya) datang dari Profesor Jurnalistik Jonathan Foster..
Dan itu adalah persoalan besar yang sedang terjadi di Indonesia.
Beberapa hari ini ada simpang siur berita kaks Cristiano Ronaldo katanya mau datang ke Kupang…
Dan sampai detik ini tidak ada media yang bisa memastikannya.
Media-media mengutip narasumber tunggal Ibu Katipana yang bilang Ronaldo pasti datang.
Lalu mengutip lagi orang bandara dan orang PSSI yang kebingungan sebenarnya CR mau datang atau tidak.
Masyarakat bingung mana yang benar…
Ada yang dari Medan ke Kupang.. Yang di Kupang hampir-hampir camping di Jalan Adi Sucipto untuk tunggu kunyadu Ronaldo…
Tapi berita tidak pernah jelas — dan kita macam hidup di tahun 1725 yang tunggu kapal VOC bawa suratkabar Belanda datang…
Media kita bisa memprediksi siapa presiden Indonesia tahun 2059…
Tapi tidak bisa melihat ke luar jendela dan mencari tahu Ronaldo besok mau datang atau sonde.
Dan itu tidak hanya terjadi pada persoalan Ronaldo.
Ada orang yang mengklaim punya gunung di Parung, yang kemudian jadi bukit dan pindah ke Bima dan Dompu…
Bukit yang isinya uranium… dan kebanyakan media hanya mengutipnya, tanpa mengecek bukti ke Parung-Bima-Dompu apakah itu benar atau tidak…
Ada hakim yang menyalahkan angin atas kematian ratusan orang di stadion… dan media hanya mengutipnya…
Ada orang yang bikin lirik lagu bilang buat apa-apa harus bayar polisi, dan kemudian dia klarifikasi minta maaf, dan media hanya mengutipnya… tanpa mengecek bukti-bukti di lapangan apakah memang bikin SIM, daftar polisi dan seterusnya harus bayar atau pencipta lagu itu mengarang…
Kita hanya dihadapkan pada cerita tentang dua pihak yang berkelahi apakah sedang hujan…
Dan kita tanganga menunggu apakah memang hujan atau tidak…. sampai kita dikasih cerita lain apakah di luar ada katak atau tidak, ada artis nikah atau tidak, ada petir atau tidak…
Begitu terus… Sampai laut selesai dipagar, sampai tanah-tanah habis digusur, sampai gas menguap…
mungkin nanti sampai Ronaldo punya anak datang bikin kos-kosan 15 pintu di Matani… kita tidak akan diajak lihat ke luar jendela.
Nih daripada stres tunggu kunyadu Onal.. dengar lagu baru tentang Jendela dan Pintu: https://youtu.be/9oimi045Gek?si=iEElkD8tMFaap-5u (Dikutip dari akun FaceBook milik Felix Nesi)






