Cegah Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak, GAMKI Alor Gelar Dialog

Daerah119 Dilihat

Kalabahi (MEDIATOR)--Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Kabupaten Alor menggelar Dialog Publik Cegah Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak.

Kegiatan ini digelar 28-29 Agustus di Gereja GMIT Oa Puringdon Klasis Alor Barat Laut.

Ketua DPC GAMKI Alor Termandat, Alboin Selly mengatakan kegiatan ini merupakan program kerja DPC GAMKI Alor Masa Bhakti 2023-2026 yang ditetapkan dalam rapat kerja pengurus cabang pada 15 Desember 2023 di Gereja GKII Zoar Kalabahi. .

“Kami menetapkan program ini karena melihat trend kenaikan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang makin meningkat di Alor sehingga diperlukan langkah-langkah kongkrit untuk mencegahnya,” kata Alboin dalam sambutannya, Kamis (28/8). Berbagai terobosan menurutnya, telah dilakukan GAMKI Alor untuk mencegah terjadinya kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Langkah yang telah dilakukan GAMKI adalah berkerja sama dengan LSM CD Bethesda dan Fakultas Hukum Untrib untuk membentuk LSM Suara Perempuan (SUPER Alor).

“Sampai sekarang SUPER Alor telah eksis dan banyak melakukan advokasi kasus, pendampingan korban dan sosialisasi stop kekerasan seksual yang bermitra dengan penegak hukum, gereja dan pemerintah,” jelasnya.

Baca Juga  Terima Audiens Pengurus Pesparawi NTT Bupati Belu Siap Dukung

Selain itu, GAMKI Alor juga telah menekan MoU dengan LBH Surya NTT Perwakilan Alor untuk mendampingi kasus-kasus hukum yang ditangani GAMKI.

Akhir Dialog ini akan ada deklarasi tolak kekerasan terhadap perempuan dan anak. Diharapkan deklarasi ini bisa membawa pesan kepada publik untuk bersama berkomitmen menolak keras kekerasan seksual pada perempuan dan anak-anak.

“Kami juga akan ada deklarasi pembentukan komunitas lapor polisi yang nantinya akan dikoordinir oleh DPC GAMKI Alor. Komunitas ini akan berkerja berjejaring untuk melaporkan kasus-kasus yang terjadi pada komunitas dan lingkungan masyarakat, dan melaporkan itu di kepolisian,”tegasnya.

GAMKI mendorong penegak hukum untuk lebih serius menangani kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, dan kasus TPPO yang saban hari kian bertambah.

Akhir sambutannya, Alboin Selly mengucapkan terima kasih kepada Ketua Majelis Jemaat GMIT Oa Puringdon Pdt Orni K. Laukamang, S.Th, Jemaat dan Pemuda Gereja yang telah menjadi tuan rumah kegiatan Dialog Publik GAMKI.

Baca Juga  GAMKI Alor Gelar Syukur Natal, Demas Titip Pesan Penting Bagi Anggota dan Apresiasi Hasil Pilkada

Sementara, Ketua Panitia Dialog Publik, Medy Boling melaporkan, kegiatan ini menghadirkan narasumbernya antara lain:

Kadis Kesehatan Alor, dr. Farida yang membawa materi tentang Sex Education (Bahaya Penyakit Menular Seksual Bagi Pemuda dan Remaja Dalam Mencegah Lost Generation). Kedua: Teologi Feminisme (Gender dan Seksualitas Dalam Perspektif Teologi Feminis) dengan narasumber, Eunike Molebila, S.Th.,M.Th yang adalah Dosen Universitas Tribuana Kalabahi.

Pemateri ketiga, Dr. Hermayanti Mantaon yang adalah Dosen Universitas Tribuana Kalabahi, dengan ateri Perempuan dan Budaya Alor (Peran Perempuan Menentang Budaya Patriarki untuk Mencegah Kekerasan).

Kepala Seksi Bimas Kristen Kemenag Alor, Lim C.H.R Odja, S.Th.,M.Th., membawa materi keempat, Pemulihan Trauma Psikis. Sementara Ketua UPP Pemuda GMIT Klasis Alor Barat Laut, Ferdinand Duraw membawa materi tentang Laki-Laki Baru Tolak Kekerasan.

Pekerja Sosial Dinas Sosial Alor, Mara Yirmiyati, S.Sos membawa materi Advokasi Kasus dan Pendampingan Korban, sedangkan Kapolres Alor AKBP Nur Azhari, S.H., membawakan materi Komitmen Penegak Hukum. Dan materi kedelapan, Komitmen Pemerintah Daerah yang dibawakan Kepala Dinas P3A Alor, Abdul Moharis Kapukong, S.H.,M.H.

Baca Juga  GAMKI Alor Harus Meneladani Gembala dan Orang Majus

“Akhir Dialog nanti kami akan Deklarasi GAMKI Alor dan Pemuda Kristen Tolak Kekerasan terhadap perempuan dan anak, dan Deklarasi Komunitas Lapor Polisi,” ujar Medy Boling.

Senior GAMKI Alor, Selvy Lepa dalam sambutannya mengucapkan terima kasih GAMKI Alor yang terus aktif dalam program dan menggagas dialog publik; cegah kekerasan pada perempuan dan anak. Apalagi, tema Dialog yang digagas GAMKI ini merupakan isu yang marak dan cukup tinggi didengar di media online dan lingkungan. Dia mengapresiasi panitia, narasumber dan peserta yang sudah menyukseskan kegiatan ini.

“Apresiasi dan selamat juga kepada narasumber, 65 orang peserta dan undangan yang telah hadir mengikuti kegiatan dialog publik GAMKI. Semoga kegiatan ini membawa manfaat yang besar untuk kita agar tetap menolak kekerasan dalam bentuk apapun kepada perempuan dan anak. Tuhan menolong kita semua. Amin,” tutup Selvy.

Kegiatan Dialog Publik tersebut diawali dengan ibadah pembukaan yang dipimpin oleh Pdt. Orni K. Laukamang, S.Th. (*/RLS/BOY)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan