Kupang (MEDIATOR) — Mall Pelayanan Publik (MPP) Kota Kupang terus menunjukkan performa gemilang di bawah kepemimpinan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Kupang, Wildrian Ronald Otta. Pada Tahun 2025, MPP Kota Kupang berhasil meraih predikat Baik dalam Evaluasi Penyelenggaraan MPP yang dilakukan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB) Republik Indonesia, sebuah capaian yang menempatkan MPP Kota Kupang pada peringkat nasional.
Prestasi ini menjadi lonjakan signifikan dibandingkan Tahun 2024, di mana MPP Kota Kupang masih berada pada kategori Cukup. Evaluasi tersebut melibatkan 106 Mall Pelayanan Publik di seluruh Indonesia, sehingga pencapaian ini mencerminkan peningkatan kualitas pelayanan publik Kota Kupang secara kompetitif di tingkat nasional.
Di bawah kepemimpinan Andre Otta, sapaan akrab Wildrian Ronald Otta, MPP Kota Kupang terus berbenah. Pada Tahun 2025, jumlah instansi yang bergabung meningkat menjadi 23 instansi dengan 133 jenis layanan, dibandingkan Tahun 2024 yang hanya melibatkan 15 instansi dengan 98 layanan. Perluasan ini mempermudah masyarakat dalam mengakses berbagai layanan administrasi hanya dalam satu lokasi.
Dari sisi kepuasan masyarakat, hasil Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) Triwulan III Tahun 2025 mencatat nilai 90 dengan mutu pelayanan A dan kinerja Sangat Baik. Angka ini meningkat dari Tahun 2024 yang berada pada nilai 86 dengan mutu pelayanan B dan kinerja Baik. Sementara hasil SKM Triwulan IV masih dalam proses penghitungan. Keberhasilan MPP Kota Kupang tidak hanya terlihat dari kualitas layanan, tetapi juga berdampak nyata terhadap peningkatan penerimaan daerah. Sepanjang Tahun 2025, penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) melalui layanan SAMSAT di MPP Kota Kupang mencapai Rp 5,72 miliar, melonjak sekitar Rp 3,73 miliar dibandingkan Tahun 2024 yang hanya sebesar Rp 1,98 miliar.
Rincian penerimaan tersebut berasal dari layanan di Gedung MPP sebesar Rp 3,51 miliar, pelayanan Car Free Day di Jalan El Tari Kota Kupang sebesar Rp 2,06 miliar, serta layanan di arena Sunday Market Buat Orang Kupang (SABOAK) Taman Nostalgia sebesar Rp 124 juta.
Lonjakan signifikan juga terjadi pada jumlah pengguna layanan. Selama Tahun 2025, MPP Kota Kupang melayani 87.614 pengguna, meningkat drastis dibandingkan Tahun 2024 yang hanya mencapai 24.570 pengguna. Mayoritas masyarakat memanfaatkan layanan di Gedung MPP sebanyak 81.145 orang, disusul layanan Car Free Day 5.740 orang dan SABOAK 729 orang.
Andre Otta menyebut capaian tersebut sebagai hasil dari proses pembenahan yang dilakukan secara konsisten dan terukur. Ia menjelaskan, langkah awal pembenahan dimulai dengan observasi selama satu bulan, kemudian dilanjutkan dengan rebranding slogan MPP dari “cepat” menjadi “BESTI: Beres dan Pasti.”
“Masyarakat itu besti-nya pelayanan, dan MPP itu besti-nya masyarakat. Kalau besti datang ke MPP, pasti beres dan pasti. Filosofi ini sederhana, mudah diucapkan, dan dekat dengan masyarakat,” ujarnya.Konsep BESTI kemudian diterjemahkan ke dalam dua model layanan, yakni layanan terintegrasi dan ekosistem layanan, di mana seluruh pelayanan yang saling terkait digabungkan dalam satu lokasi. Berbagai urusan kini dapat diselesaikan dalam satu pintu, mulai dari pelayanan PBB yang terhubung dengan Bank NTT, perizinan usaha, BPJS, administrasi kependudukan, pajak kendaraan bermotor, hingga izin obat dan makanan.
“Masyarakat cukup datang ke MPP Kota Kupang. Saat pulang, semua urusan pasti beres,” tegas Andre.
Ke depan, MPP Kota Kupang juga berencana menambah layanan kenotariatan. Jika terealisasi, masyarakat dapat mengurus akta perusahaan, Nomor Induk Berusaha (NIB), BPJS Ketenagakerjaan, BPJS Kesehatan, NPWP, pembukaan rekening bank, hingga berbagai dokumen usaha lainnya di satu tempat.
Untuk terus meningkatkan jangkauan layanan, DPMPTSP Kota Kupang juga menetapkan sejumlah quick wins sebagai pengungkit utama, di antaranya peningkatan fasilitas layanan, diseminasi informasi melalui media massa dan media sosial, serta penerapan pelayanan dua kaki, yakni turun langsung ke masyarakat memperkenalkan MPP Kota Kupang.
Pelayanan dua kaki yang dilakukan secara rutin selama satu tahun terakhir terbukti efektif menjangkau masyarakat yang sebelumnya belum mengetahui keberadaan MPP. Andre menegaskan, peningkatan kunjungan hingga lebih dari dua kali lipat dalam waktu kurang dari satu tahun menjadi indikator meningkatnya kepercayaan publik terhadap pemerintah.
“Ini membuktikan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah semakin kuat karena pelayanan publik yang diberikan semakin baik,” pungkasnya. (RLS/BN/BOY)






