1368 KK Penerima Manfaat di Oepura Sudah Ambil Beras

Public Service443 Dilihat

KUPANG—Sebanyak 1368 kepala keluarga (KK) penerima manfaat di Kelurahan Oepura sudah mengambil beras bantuan sosial (Bansos) dari pemerintah. Mereka ini berasal dari 42 Rt dan 14 RW di kelurahan tersebut. Lurah Oepura, Nehemia Sunbanu, S.Sos., kepada Mediator di ruang keranya baru-baru ini menegaskan hal itu.

“Sebanyak 1368 kepala keluarga yang sudah datang dan ambil berasnya. Kami melayani mereka sehingga semuanya terlayani dengan baik,”tegasnya. Saat itu Nemeia didampingi Kepala Seksi Pelayanan Masyarakat (Pelmas), Hance Smart Nope, SE.

Keduanya menjelaskan bahwa selama ini ketika ada bantuan seperti beras, mereka sudah membangun komunikasi dengan pihak ketua RT sehingga pesan tersampaikan hingga ke masyarakat di berbagai pelosok lelurahan.

Baca Juga  Animo Warga Untuk Mendaftar Sebagai Penerima Bansos Online Sangat Tinggi

“Komunikasi itu selalu kami lakukan dan pesan itu tersampaikan. Warga sudah datang dan ambil apa yang menjadi hak mereka, walau ada yang tidak datang,”ujarnya. Dia menambahkan, dari total 1300-an warga itu setidaknya ada 152 KK yang tidak datang. Ini bukanlah jumlah yang sedikit melainkan banyak.

“Bansos beras tahun 2026 ini periode Juli, Agustus, September itu mereka sudah datang dan ambil berasnya. Ada 152 KK yang belum datang untuk ambil berasnya,”tegas Nehemia. Setiap periode mereka mendapat 10 Kg per bulan sehinga totalnya ada 30 Kg beras untuk setiap KK.

Ada 456 karung yang diambil kembali oleh Bulog karena warga tidak mengambilnya ke kantor kelurahan. Ketika dikonfirmasi lebih jauh tentang apa yang menjadi alasan warga tidak datang, Nehemia menjelaskan, alasannya karena ada yang meninggal dunia serta ada yang sudah pindah.

Baca Juga  Dua Unit Oxygen Generator Bernilai Milyaran, Persembahan KADIN untuk RS TC Hillers dan RSU Waikabubak

“Selain itu memang mereka tidak datang danlam berbagai alasan. Pembagian ini berlangsung selama dua minggu sehingga kami melaksanakan apa yang sepatutnya kami laksanakan,”ujarnya.

Selanjutnya mengenai pendataan warga untuk perlindungan sosial, dikatakan sejauh ini seluruh pegawai di kantor kelurahan dijadikan sebagai agen Perlinsos sehingga semua berjalan baik. (BOY)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan