Salatiga (MEDIATOR)–Dalam perjalanan panjang membangun peradaban ilmu dan iman, Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) kembali menandai tonggak penting dengan Bentang Karya, Gagasan dan Ekspose Talenta Unggul Profesor di Balairung Universitas, Kamis (6/11/2025). Kedua profesor baru tersebut yaitu Profesor Dr. Sri Yulianto Joko Prasetyo, S.Si., M.Kom., sebagai Profesor dalam Ranting Ilmu Sistem Informasi Berbasis Model Komputer dan Pendeta Profesor Izak Yohan Matriks Lattu, S.Si-Teol., M.A., Ph.D., sebagai Profesor dalam Ranting Ilmu Sosiologi Lintas Agama.
Bentang Karya, Gagasan dan Ekspose Talenta Unggul Profesor yang berlangsung khidmat ini diawali dengan prosesi akademik yang dipimpin Kepala Campus Ministry, diikuti dua profesor baru, pimpinan universitas, profesor kehormatan, kepala lembaga penjaminan mutu, para dekan, serta jajaran guru besar UKSW. Langkah mereka diiringi dua tarian khas Maluku Tari Cakalele yang melambangkan keberanian dan kepahlawanan, serta Tari Lenso sebagai ungkapan keramahan dan sukacita.
Nuansa sakral semakin terasa saat Wakil Rektor Bidang Pengajaran, Akademik, dan Kemahasiswaan, Profesor Ferdy Rondonuwu, membacakan Surat Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia tentang pengangkatan jabatan akademik Guru Besar.
Puncak upacara diawali dengan pembacaan komitmen profesor sebagai bentuk sumpah moral untuk mengabdi pada kebenaran ilmiah dan kemaslahatan manusia, kemudian dilanjutkan dengan penyematan samir kehormatan oleh Rektor UKSW, Profesor Intiyas Utami, sebagai simbol peneguhan tanggung jawab akademik tertinggi yang berakar pada integritas, kearifan, dan kasih dalam pelayanan, serta peluncuran karya talenta unggul yang merepresentasikan dedikasi kedua guru besar bagi ilmu pengetahuan, kemanusiaan, dan iman.
Pionir Geo-AI Hybrid untuk Mitigasi Bencana
Profesor Yulianto Joko Prasetyo dikenal sebagai peneliti visioner yang menempatkan teknologi bukan sekadar alat, tetapi sarana penyelamat kehidupan. Dalam orasi ilmiahnya berjudul “Satu Dekade Geo-AI Hybrid: Model Komputer Cerdas Identifikasi Kerentanan Gempa Tsunamigenik Menggunakan Citra Penginderaan Jauh dan Edukasi Mitigasi di Indonesia”, Profesor Yulianto menyingkap paradigma baru dalam pemanfaatan artificial intelligence untuk membaca tanda-tanda alam.

Foto: UKSW
Melalui model Geo-AI Hybrid, ia menggabungkan sistem informasi geografis, pembelajaran mesin, dan data spasial untuk memprediksi potensi bencana secara lebih cepat dan akurat. Model ini telah diujicobakan dalam berbagai simulasi kebencanaan di wilayah rawan gempa dan tanah longsor di Indonesia.
“Kita tidak dapat mengendalikan bencana, tetapi kita dapat mengelola risikonya. Kecerdasan buatan dapat menjadi sahabat bagi kemanusiaan, bukan ancamannya,” ujarnya.
Selain aktif meneliti, Profesor Yulianto dikenal sebagai pembimbing bagi generasi muda peneliti UKSW dengan rekam jejak akademik mencakup puluhan publikasi internasional terindeks Scopus, paten di bidang pemodelan spasial, serta kolaborasi riset dengan lembaga pemerintah dan internasional.
Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (ABP PTSI) Profesor Dr. Thomas Suyatno, Ketua Pembina YPTKSW Profesor Dr. Thomas Pentury, M.Si., pengurus YPTKSW, tamu profesor kehormatan, keluarga profesor baru, forkopimda, serta pimpinan, tenaga kependidikan dan mahasiswa UKSW. Melalui Bentang Karya, Gagasan dan Ekspose Talenta Unggul Profesor ini dua profesor baru ini, UKSW menegaskan kontribusinya terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 Pendidikan Berkualitas, SDGs 9 Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, serta SDGs 16 Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh. Serta sejalan dengan Asta Cita Presiden poin ke-3 tentang transformasi ekonomi berkelanjutan dan poin ke-5 mengenai pembangunan manusia unggul, produktif, dan berkarakter, Asta Cita poin ke-7 penguatan karakter kebangsaan serta kerukunan antarumat beragama. (RLS/UKSW/BOY)






