Stasiun Pengisian Elpiji Bolok Sudah Selesai Diuji, Segera Atasi Kelangkaan Gas

Ekonomi359 Dilihat

Kupang- Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) yang dibangun oleh PT Nusa Mina Gas di Desa Bolok Kecamatan Kupang Barat Kabupaten Kupang mengalami banyak kemajuan. Informasi terakhir, pihak Pertamina dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sudah datang ke lokasi dan melakukan commisioning.

Direktur PT Nusa Mina Gas, F. X. Alain Niti Susanto menegaskannya.

“Pada tanggal 4 Mei 2026 kemarin, telah diadakan commisioning oleh pihak Pertamina dan ESDM. Ini adalah salah satu tahapan paling penting sebelum SPBE ini beroperasi karena harus dipastikan kelayakannya melalui uji pengisian dan operasional atau commisioning,”tegas Alain kepada Mediator di Kupang, pagi ini.

Baca Juga  PLN Diterima sebagai Keluarga di Poco Leok, Dukung Pembangunan Geothermal dengan Ritual Adat Penti
Proses uji coba pengisian yang berlangsung di SPBE Bolok.
Foto: Dok

Lebih jauh menurut Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) NTT ini menambahkan bahwa tahapan tersebut penting walau diakui masih ada beberapa kelengkapan yang masih harus dipenuhi. Setelah itu pihaknya sebagai pemilik SPBE harus mengurus IUM (Ijin Usaha Migas) di Kementrian ESDM setelah itu berkontrak dengan Pertamina Patra Niaga.

“Setelah semuanya lengkap baru bisa beroperasi. Diharapkan dalam waktu 2-3 bulan ke depan baru bisa selesai pengurusannya dan baru akan beroperasi,”tegas Alain lagi. Dia pun berharap semoga dengan adanya dukungan dari Pemprov NTT sehingga pengoperasian bisa dalam waktu yang lebih singkat.

Baca Juga  Visi Melki-Joni Ditangkap Toni Dima, Pimpin Tim PT KI Bolok Bertemu Bea Cukai Bangun Pangkalan Sarana Operasi

Alain sangat berharap agar dengan beroperasinya SPBE bisa mengurai masalah kelangkaan gas yang terjadi di Kota Kupang dan sekitarnya akhir-akhir ini. Untuk diketahui, meningkatnya kebutuhan elpiji menyebabkan sehingga harga gas meroket. Terhitung hari ini, elpiji yang paling banyak digunakan yakni 12 Kg, harganya di pasaran berkisar dari Ro 340.000 hingga Rp 400.000/tabung. Ini dikarenakan pengisian tabung gas yang dilakukan di Surabaya sehingga mobilisasinya memakan waktu dan biaya. (boy)

Jangan Lewatkan