Solar Langka, Antrian Mengular di SPBU, APTRINDO NTT: Berdampak Serius Pada Ekonomi

Ekonomi504 Dilihat

Kupang (MEDIATOR)–Bahan bakar minyak (BBM) jenis solar sejak pekan lalu susah dicari di Kota Kupang. Tak hanya itu, informasi yang diperoleh media ini menyebutkan kelangkaan ini juga terjadi di Kabupaten Kupang, hingga beberapa kota lainnya di daratan Timor.

Antrian ini mengular hingga ke badan jalan dan mengakibatkan kemacetan dimana-mana. Terbanyak adalah truk-truk ekspedisi bertonase besar maupun truk pengangkut barang lainnya.

Fakta ini mudah ditemukan di SPBU Pohon Duri Oesapa, SPBU Oepura dan beberapa lainnya.

Nikodemis Afi, seorang sopir truk tangki saat ditemui di SPBU Silvia, menegaskan dia sudah datang ke SPBU sejak pagi namun tidak dilayani.

Baca Juga  APTRINDO NTT Gelar Syukuran dan Bhaksos di HUT Pertama, Kumpulkan Puluhan Kantong Darah

“Petugas disana bilang solar habis sejak kemarin. Dia juga tidak tau kapan solar masuk lagi,”tegas Niko. Karena kelangkaan ini, dia tidak bisa melayani pelanggan di jauh melainkan yang dekat saja. Itupun dengan harga yang berbeda dari sebelumnya karena ketiadaan bahan bakar.

“Solar beda dengan pertalite yang gampang dicari di eceran. Kalau sudah susah begini, kami terpaksa isi Dex. Kalau Dex sudah pasti harga air tidak seperti semula lagi, pasti naik,”ujar seorang koleganya lagi.

Kondisi ini memantik reaksi keras Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (APTRINDO) DPD Provinsi NTT. Ketua APTRINDO NTT, David Ongkosaputra, kepada media ini, Senin (17/11) angkat bicara.

“Ini benar-benar serius, antrian solar dimana-mana, selama beberapa hari terakhir. Senin hari ini masih terjadi, bagi kami asosiasi pengusaha angkutan jelas ini sangat serius dan tidak bisa dianggap sepele,”tegasnya menambahkan pemerintah harus menaruh perhatian serius dan memecahkan permasalahannya.

Baca Juga  Kapal Pengangkut Gas Alam Tiba di Jetty PLTMGU Lombok Peaker, Siap Tunjang Keandalan Listrik

“Karena jelas akan berdampak pada ekonomi. Kami tidak menyebut dampak ke inflasi tapi jika terus menerus, bisa jadi,”ujarnya.

Kondisi kelangkaan BBM jenis solar ini menyebabkan pengiriman barang ke customer menjadi terganggu. Jika sebelumnya cukup sehari, kini bertambah lama.

“Seorang ekonom pasti tau apa dampaknya jika kondisi ini tidak segera diselesaikan. Kami harap pemerintah menaruh perhatian serius,”pungkasnya. (BOY)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan