DENPASAR–Ikatan Keluarga Besar (IKB) Flobamora NTT di Bali sejak Minggu, 12 Juli 2026, memasuki masa transisi kepemimpinan setelah pelaksanaan Rapat Tertinggi Anggota (RTA) 2026 di Aula Keuskupan Denpasar. Masa transisi ini terjadi karena forum belum berhasil menetapkan Ketua Umum definitif untuk masa bakti 2026–2029.
“Untuk menjamin keberlangsungan organisasi, dibentuk Tim Caretaker yang diketuai oleh Dr. Rikhardus Ardy Ganggas, S.E., M.For., AIFO. Tim ini mengemban mandat melakukan penjaringan dan penyaringan calon Ketua Umum sekaligus mempersiapkan Rapat Tertinggi Anggota Luar Biasa (RTALB) yang akan memilih Ketua Umum definitif,”demikian kutipan pada akun medsos Stefanus Hariyanto baru-baru ini.
Sejumlah nama yang telah lama dikenal di kalangan diaspora NTT di Bali mencuat sebagai figur potensial untuk memback up Ketua Tim Cartaker di antaranya Fransiska Fila Hidayana, Fredrik Billy, S.H., Dr. Agustinus Dei Segu, dan Yanri Ottu. Masing-masing memiliki pengalaman dan rekam jejak yang dinilai layak bisa menjaring figur yang tepat buat organisasi payung masyarakat NTT di Pulau Dewata.
Menjelang penghujung Juli 2026, Tim Caretaker membawa kabar yang mengejutkan sekaligus menggembirakan bagi warga diaspora. Tim berhasil membidik Sensilaus Dore, S.H., M.Hum. sebagai sosok yang dinilai memiliki kapasitas, integritas, dan pengalaman untuk memimpin Flobamora Bali.
Pria yang akrab disapa Sendor atau Sensi ini dikenal memiliki jam terbang kepemimpinan yang tinggi. Pengalaman panjangnya sebagai birokrat telah menempa kemampuan manajerial, ketegasan, serta kematangan dalam mengambil keputusan. Kepribadiannya yang terbuka membuatnya mudah beradaptasi dengan lingkungan baru dan mampu membangun relasi dengan berbagai kalangan.
Rekam jejak kepemimpinannya tercermin saat menjabat sebagai Kepala Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio Kelas I Surabaya, kemudian dipercaya sebagai Kepala Biro Umum Kementerian Komunikasi dan Informatika, hingga mengakhiri pengabdiannya sebagai aparatur sipil negara dengan memasuki masa purna bakti sekitar setahun yang lalu.
Sejak memutuskan berdomisili di Bali, Sensilaus Dore bergabung sebagai warga Ngada dalam Sub Unit Ana We Bali di bawah naungan IKADA Bali. Pada periode kedua kepemimpinan Herman Joseph sebagai Ketua Umum IKADA Bali masa bakti 2026–2029, beliau juga dipercaya mengemban amanah sebagai salah seorang Penasehat IKADA Bali.
Dengan pengalaman kepemimpinan yang matang, jejaring yang luas, serta integritas yang telah teruji, kehadiran Sensilaus Dore menghadirkan harapan baru bagi IKB Flobamora NTT di Bali untuk memperoleh pemimpin yang mampu merangkul seluruh paguyuban, memperkuat persaudaraan, serta membawa organisasi menjadi semakin solid, inklusif, dan berdaya guna bagi seluruh warga diaspora NTT di Bali.
Sebagai bentuk apresiasi atas kesediaan beliau menerima tawaran Tim Caretaker, jajaran IKADA Bali merapatkan barisan dengan mendatangi kediaman beliau di Perumahan Taman Mahayu Blok V No. A3 pada Minggu, 26 Juli 2026. Hadir dalam pertemuan tersebut Ketua Umum, para Penasehat, jajaran Pengurus, perwakilan Sub Unit, serta unsur lainnya. Kehadiran mereka merupakan ungkapan penghargaan atas sikap tulus beliau yang menyatakan “YA” sebagai bentuk keterpanggilan untuk mengisi masa purna baktinya dengan melayani warga diaspora NTT yang kini berhimpun dalam 23 unit di bawah payung Flobamora Bali.
Dalam forum diskusi tatap muka tersebut, muncul sejumlah gagasan penting yang dapat menjadi pijakan bersama ke depan.
Pemetaan potensi dan komitmen organisasi. Sebelum melangkah, organisasi perlu memetakan kekuatan yang dimiliki serta merumuskan secara jelas apa yang hendak dikerjakan. Semangat kooperatif harus dibarengi dengan komitmen dan konsistensi, karena tanpa itu kerja organisasi hanya akan menjadi slogan kosong.
Membangun budaya dialog. Semakin sering kita berkumpul, berdiskusi, dan berbagi pengalaman, semakin besar pula kesempatan bagi setiap orang untuk memahami persoalan secara jernih, memfilter berbagai pandangan, sekaligus menemukan peluang dan solusi bersama.
Rumah Besar Flobamora
Flobamora dianalogikan sebagai sebuah rumah bersama. Ada yang menyapu, mencuci piring, menyiapkan hidangan, dan ada pula yang menikmati hasilnya. Semua memiliki peran masing-masing. Karena itu, mari menanggalkan prasangka, membangun kepercayaan, serta mengikuti ritme yang sedang dibangun oleh Tim Caretaker demi kepentingan bersama.
Terbuka terhadap kritik dan masukan. Semua kritik, saran, dan gambaran mengenai kondisi Flobamora Bali saat ini merupakan bekal berharga untuk mempersiapkan fondasi organisasi ke depan apabila estafet kepemimpinan benar-benar dipercayakan kepada beliau.
Selanjutnya, pada Senin, 27 Juli 2026 pukul 18.00 WITA, Pengurus Inti, Penasehat, Perwakilan Sub Unit, serta Satgas IKADA dijadwalkan mendampingi beliau ke Sekretariat Flobamora Bali untuk secara resmi memenuhi undangan Tim Caretaker dan menyatakan kesediaannya sebagai salah satu figur yang akan mengikuti proses demokrasi dalam pemilihan Ketua Umum Flobamora Bali.
Perlu digarisbawahi bahwa ‘beliaui tidak berada pada posisi menawarkan diri, melainkan diminta dan didorong oleh Tim Caretaker untuk maju sebagai calon Ketua Umum’. Oleh karena itu, apabila kelak beliau memperoleh amanah memimpin Flobamora Bali, maka sudah menjadi tanggung jawab moral seluruh warga diaspora Ngada di Bali untuk memberikan dukungan secara utuh terhadap setiap program kerja dan kegiatan Flobamora Bali, demi memperkuat persaudaraan serta menghadirkan manfaat bagi seluruh warga Nusa Tenggara Timur di Pulau Dewata. (SH_k2/NET/-FB/TIM/BOY)






