Senat Mahasiswa UKSW Hadirkan Energi, Tawa, dan Toleransi, Goyang Nusantara Awali IICF 2025

INFO UKSW626 Dilihat

Salatiga (MEDIATOR)–Semangat kebersamaan membuncah saat ratusan mahasiswa Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) dari berbagai etnis dan negara bergoyang bersama dalam acara “Goyang Nusantara” di Lapangan Basket UKSW Sabtu (24/05/2025) pagi. Acara ini menjadi pembuka meriah untuk rangkaian Indonesian International Culture Festival (IICF) 2025, acara tahunan yang diinisiasi oleh Senat Mahasiswa Universitas (SMU), dengan mengusung tema “Akulah Indonesia”.

Melalui gerakan dan irama, UKSW yang dikenal dengan julukan Kampus Indonesia Mini, menunjukkan bahwa keberagaman bukan untuk dibedakan, melainkan untuk dirayakan dengan energi positif, tawa, dan toleransi yang menyatukan. Tak hanya itu, kegiatan ini juga berhasil membangkitkan rasa peduli dan memperkuat ikatan kekeluargaan antar mahasiswa.

Ketua Umum SMU, Tri Aprivander Waruwu menyampaikan melalui acara IICF civitas academica UKSW dapat menyuarakan semangat Akulah Indonesia. “Saya berharap kegiatan ini dapat membangkitkan kembali solidaritas antar mahasiswa dari berbagai etnis yang ada di UKSW,” ungkapnya.

Tahun ini, IICF dimeriahkan oleh dua puluh tiga etnis dari Sabang sampai Merauke, dari Rote hingga Miangas yang ada di UKSW serta partisipan dari Filipina, Jepang, Amerika Serikat, dan Brazil.

Akulah Indonesia

Sementara itu, Ketua panitia Rikko Yan Lado Ae menuturkan tema IICF 2025 “Akulah Indonesia” mengandung makna mendalam tentang harapan akan kerukunan dan persaudaraan di tengah keberagaman serta perbedaan. Rikko Yan juga menerangkan bahwa Goyang Nusantara ini merupakan tindakan nyata untuk menjaga toleransi. Acara ini dikemas dalam bentuk senam bersama yang diiringi perpaduan lagu-lagu daerah dan internasional.

Baca Juga  Ratusan Lowongan Kerja dari 42 Perusahaan Bergengsi Dalam-Luar Negeri, Job Fighter Tumpah Ruah di Job Fair ke-45 UKSW

“Kami berharap melalui Goyang Nusantara kali ini anggota baru dari setiap etnis bisa saling kenal dan akrab. Dengan begitu, rasa saling menghargai dan mencintai antar sesama menghasilkan sikap toleransi,” terangnya.

Development Goals (SDGs) ke-4 pendidikan berkualitas, dan ke-16 perdamaian, keadilan, dan kelembagaan yang tangguh. Sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terakreditasi Unggul, UKSW telah berdiri sejak 1956 dengan 15 fakultas dan 64 program studi di jenjang D3 hingga S3, dengan 31 Prodi Unggul dan A. Terletak di Salatiga, UKSW dikenal dengan julukan Kampus Indonesia Mini, mencerminkan keragaman mahasiswanya yang berasal dari berbagai daerah. Selain itu, UKSW juga dikenal sebagai “Creative Minority” yang berperan sebagai agen perubahan dan inspirasi bagi masyarakat. (RLS/UKSW/BOY)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan