PSI Gerak Cepat Datangi Siswa SD Oehendak, Beri Solusi Cerdas

Metro67 Dilihat

Kupang (MEDIATOR)-Partai Solidaritas Indonesia (PSI) bergerak cepat terkait kasus dugaan pencurian telepon genggam yang menyeret seorang siswa kelas III SDN Oehendak, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang. Partai yang diketuai Christian Widodo ini memberi perhatian serius dengan mengirim dua legislator PSI baik DPRD NTT maupun DPRD Kota Kupang turun langsung menemui keluarga siswa berinisial YA guna mendengar kronologi peristiwa sekaligus menyerap aspirasi keluarga.

Kunjungan dihadiri anggota DPRD NTT Filmon Loasana dan Junaidin Mahasan, anggota DPRD Kota Kupang Muhammad Ramli, Wakil Ketua DPW PSI NTT Kanisius To, serta Sekretaris DPD PSI Kota Kupang Bambang Sutejo pada Kamis (12/2/2026).

Filmon Loasana mengatakan, pertemuan dengan keluarga membuka ruang bagi penyampaian pengalaman yang selama ini dirasakan tidak adil. Menurutnya, keluarga berharap adanya rehabilitasi nama baik serta langkah konkret untuk memulihkan kondisi psikologis anak yang terdampak tuduhan tersebut.

“Kami datang untuk mendengar langsung kisah yang dialami adik YA. Keluarga meminta pemulihan nama baik karena mereka merasa diperlakukan tidak adil. Kejadian seperti ini tidak boleh terulang pada keluarga lain,” ujar Filmon dilansir SuaraNTT.Com.

Ia menekankan pentingnya pendekatan kekeluargaan dalam menyelesaikan persoalan tersebut.

Menurutnya, komunikasi terbuka antara pihak sekolah dan keluarga menjadi kunci untuk membangun kembali kepercayaan serta memulihkan relasi yang sempat terganggu.

Filmon juga menyoroti dampak psikologis yang dialami anak.

Baca Juga  SIAP-SIAP...Juri Lomba Kebersihan Cari 10 Kelurahan Terbaik Kota Kupang

Menurut Ramli, meski tuduhan pencurian tersebut tidak terbukti, dampak sosial dan mental sudah dirasakan oleh anak dan keluarganya. Ia menegaskan perlunya langkah nyata agar kepercayaan masyarakat terhadap institusi pendidikan tetap terjaga.

“Ibu dari anak tersebut menyampaikan kekecewaan mendalam. Tuduhan itu tidak terbukti, tetapi dampaknya sudah dirasakan keluarga. Karena itu, pemulihan psikologis harus menjadi prioritas,” ujar Ramli.

Sementara itu, Kepala SDN Oehendak Piet Tukan, menyatakan pihak sekolah telah lebih dulu mendatangi rumah keluarga untuk menyampaikan permohonan maaf secara langsung.

“Kami bersama lima guru telah datang ke rumah keluarga dan menyampaikan permohonan maaf apabila ada perkataan atau tindakan yang menyinggung perasaan ibu dan keluarga,” kata Piet.

Baca Juga  Prabowo Ucap Terimakasih, Kota Kupang Sudah Pilih Chris-Serena

Ia menjelaskan sekolah juga telah berkoordinasi untuk mempertemukan keluarga siswa dengan pemilik telepon genggam yang sebelumnya dilaporkan hilang, yakni seorang siswa SMP Negeri 13 Kupang beserta orang tuanya. Proses mediasi tersebut, menurutnya, dilakukan sesuai prosedur sekolah.

“Kami berharap melalui pertemuan itu semua pihak dapat saling memahami dan persoalan ini dapat diselesaikan secara baik,” ujarnya. (Suarantt.com/tim)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan