Prof Jefri Bale ‘Dipilih’ Kementerian, Tegaskan Tidak Ada Lagi Kubu-Kubuan dan Saatnya Bangun Undana

Pendidikan34 Dilihat

Kupang (MEDIATOR)—Pemilihan Rektor Universitas Nusa Cendana (UNDANA) periode 2025-2029, sudah selesai. Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng meraih 58 dari 92 suara senat termasuk 35 persen suara yang merupakan porsi Kemendiksaintek. Menyusul Prof. Dr. Ir. Apris A. Adu, S.Pt., M.Kes sebagai peraih suara terbanyak kedua yakni 30 suara disusul Prof. Dr. Drs. Malkisedek Taneo, M.Si., 4 suara.

Jika sebelumnya, dalam pemilihan pertama, Prof Apris Adu sebagai peraih suara terbanyak, 25 suara, maka dalam pemilihan kedua hanya menambah 10 suara saja sehingga totalnya 35 suara. Sementara Prof Jefri yang semula berada di urutan kedua dengan hanya mengoleksi 2 suara atau kalah satu suara dari Prof Apris, kini meroket dengan raihan suara sangat siginifikan yakni 52 suara. Koleganya Prof Melkisedek Taneo meraih 4 suara. Fakta ini mengundang reaksi publik, sejumlah akademisi menyimpulkan bahwa seluruh suara Kemendiksaintek diberikan kepada Prof Jefri Bale.

Lalu seperti apa sikap Prof Jefri Bale yang sudah terpilih menjadi rektor baru Undana? Dia menyerukan kepada seluruh civitas akademika bahwa tidak ada lagi kubu-kubuan pendukung calon tertentu pada suksesi rektor yang baru saja berakhir. Dia mengajak semua civitas akademika untuk bergandengan tangan membangun Undana.

“Saat ini saya mau berterimakasih kepada kementerian (Kemendiksaintek), rektor, senat, dan panitia. Ini bukti kesungguhan kerja panitia. Hasil yang diperoleh ini adalah wujud tanggungjawab yang Tuhan percayakan pada kita. Civitas sudah memberi tanggungjawab kepada saya untuk mengorkestrasi kepemimpinan selama empat tahun kedepan. Butuh kerja sama dan sinergi kita semua. Saya ajak semua mari kita bersama membangun Undana. Sudah tidak ada lagi pendukung calon A, B dan selanjutnya,”ungkap Prof Jefri saat konferensi pers dengan media peliput Undana, beberapa saat seusai rapat senat tertutup pemilihan rektor yang berlangsung di lantai 3 rektorat Undana. Saat itu, Prof Jefri didampingi Ketua Panitia pemilihan, Prof Simon Sabon Ola, sekretaris senat, Prof Yantus Neolaka. Tak hanya itu, sosok cerdas peraih 58 suara itu mengajak semua pihak untuk menjaga kebersamaan dan tidak boleh terbelah.

Baca Juga  Undana Siap Wisuda 1.500 Mahasiswa di Tengah Transisi Kepemimpinan

Kedepan, kolaborasi dan sinergitas semua civitas akademika sangatlah dibutuhkan apalagi proses ini belum selesai, masih ada satu agenda lagi sebelum semua benar-benar harus bekerja keras. “Akan ada pelantikan pada tanggal 8 Desember nanti atau bagaimana kita ikuti rencana panitia dan kementerian. Kita masih kerja untuk rektor sekarang, dimana Prof Maxs Sanam sebagai pemegang kepemimpinan tertinggi,”ujar wakil rektor IV Undana ini.

Tidak ada program prioritas dalam 100 hari kedepan, karena baginya setiap hari ditandai dengan kerja keras. Pernyataan ini berdasar, dalam visi misinya, ada satu ayat Alkitab yang dijadikannya sebagai barometer. Yakni Pengkhotbah 9:10 “Segala sesuatu yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu sekuat tenaga, karena tidak ada pekerjaan, pertimbangan, pengetahuan dan hikmat dalam dunia orang mati, kemana engkau akan pergi.”

Baca Juga  Resmi Sandang Gelar Doktor Undana: Wagub NTT Johanis Asadoma Gagas Model Asadoma untuk Digitalisasi Pendidikan Inklusif

“Tidak ada program 100 hari. Kita kerja tiap hari. Prioritas kita akan kerjasama dengan seluruh stakeholder. Kita kerjasama dengan semua civitas akademika untuk menerima apa harapan yang disampaikan kepada saya. Dan akan implementasikan visi misi saya, mewujudkan Undana sebagai kampus berdampak. Kita akan dengar apa masukan dari semua stakeholder di Undana,”ungkanya. Hadir mewakili Mendiktisaintek, Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Tinggi (Dikti) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek) RI, Prof. Dr. Khairul Munadi, S.T., M.Eng. (boy)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan