Kupang (MEDIATOR) – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) terus memperkuat sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan dalam mendorong pengembangan energi panas bumi di Pulau Flores. Dukungan strategis kini datang dari kalangan akademisi melalui Universitas Nusa Cendana (Undana) yang menyatakan kesiapannya mendukung pengembangan geothermal sebagai bagian dari upaya percepatan transisi menuju energi bersih di Nusa Tenggara Timur.
Ahli Lingkungan Hidup sekaligus Dekan Fakultas Sains dan Teknik Universitas Nusa Cendana, Prof. Philiphi de Rozari, S.Si, M.Si, M.Sc, Ph.D, menilai potensi panas bumi di Pulau Flores merupakan peluang besar untuk menjawab tantangan menurunnya cadangan energi fosil di masa depan.
Menurut Philiphi, energi terbarukan akan menjadi kebutuhan utama sehingga pengembangan geothermal di Flores merupakan langkah strategis yang perlu mendapat dukungan dari seluruh pihak.
“Energi terbarukan akan menjadi pilihan utama di masa depan. Energi fosil pada akhirnya akan terbatas, sehingga negara perlu menyiapkan alternatif energi, dan Flores memiliki potensi besar di sektor geothermal,” ujarnya
Meski demikian, Philiphi menegaskan bahwa tantangan pengembangan energi panas bumi tidak hanya terletak pada aspek teknis, tetapi juga pada kesiapan masyarakat dalam menghadapi transisi energi. Karena itu, peningkatan kapasitas sumber daya manusia lokal dinilai menjadi hal penting agar masyarakat dapat berperan langsung dalam pengembangan geothermal di daerahnya.
Ia berharap generasi muda NTT mulai mempersiapkan diri melalui pendidikan dan penguasaan keahlian di bidang panas bumi. Dengan demikian, masyarakat lokal diharapkan tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga pelaku utama dalam pengembangan sektor energi di wilayahnya sendiri.
“Saya berharap generasi mendatang mulai belajar geothermal sehingga ketika pembangunan berjalan, masyarakat lokal dapat menjadi pelaku utama, memimpin, sekaligus menjaga wilayahnya sendiri,” tegasnya.
Sebagai bentuk dukungan konkret, Fakultas Sains dan Teknik Universitas Nusa Cendana berencana mengembangkan program studi geothermal. Langkah ini diharapkan mampu mencetak tenaga ahli lokal yang siap berkontribusi di industri panas bumi sekaligus memperkuat kapasitas daerah dalam mendukung pengembangan energi baru terbarukan.
“Tujuannya agar ketika pengembangan geothermal dilakukan secara masif, masyarakat NTT telah memiliki sumber daya manusia andal yang mampu berkiprah di sektor ini,” tambah Philiphi
Dengan potensi panas bumi yang besar, pengembangan geothermal di Flores diharapkan tidak hanya mendukung transisi energi bersih, tetapi juga membuka peluang peningkatan kualitas sumber daya manusia, mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, serta memperkuat kemandirian energi di NTT.
Sementara itu, General Manager PT PLN (Persero) UIP Nusra, Rizki Aftarianto, menyambut baik dukungan dari kalangan akademisi tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara dunia pendidikan, pemerintah, industri, dan masyarakat merupakan fondasi penting untuk memastikan pengembangan geothermal berjalan berkelanjutan dan memberikan manfaat jangka panjang.
“Dukungan dari institusi pendidikan seperti Universitas Nusa Cendana menjadi langkah penting dalam menyiapkan sumber daya manusia lokal yang kompeten di bidang energi panas bumi,” ujar Rizki.
Rizki menambahkan, PT PLN (Persero) UIP Nusra berkomitmen terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak agar pengembangan energi panas bumi di Flores dapat berjalan secara inklusif, berkelanjutan, dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.
“Kolaborasi antara pemerintah, akademisi, industri, dan masyarakat menjadi kunci agar pemanfaatan panas bumi benar-benar memberikan manfaat berkelanjutan bagi daerah dan generasi mendatang,” tutup Rizki. (RLS/PLN/BOY)












