Penilaian Lomba Kebersihan Kelurahan Berstandar Adipura, Penyebab Juara atau Gagal akan Dilaporkan ke Walikota

Metro645 Dilihat

Kupang (MEDIATOR)–Juri lomba kebersihan antar kelurahan di Kota Kupang ternyata menggunakan format penilaian berstandar Adipura.

Penegasan ini disampaikan ketua dewan juri, Prof Gusti Made Ngurah Budiana, S.Si., M.Si kepada media ini di Kupang, akhir pekan kemarin.

“Kita pakai format penilaian Adipura dan road map pengelolaan sampah dari walikota. Kami serius menjaring mana yang terbaik,”ujar Prof Gusti.

Lebih jauh dia menambahkan, juri tidak saja memilih dan menetapkan mana wilayah paling bersih dan paling kotor dalam kompetisi ini. Melainkan akan menyerahkan seluruh hasil penilaian dan fakta-fakta saat penjurian di lapangan.

Dan sesuai jadwal, pada tanggal 12 Agustus nanti, dewan juri sudah menetapkan juara satu sampai enam dan tiga kelurahan terbawah.

Baca Juga  Pj Walikota Lantik TP PKK Kota Kupang, Dipesan Selalu di Lapangan Bersama Masyarakat

“Pada saat penyerahan surat keputusan dewan juri mengenai juara lomba kebersihan tahun ini, kami akan serahkan laporan hasil penjurian. Disitu berisi deskripsi tentang seluruh temuan juri di lapangan. Misalkan juara satu unggulannya apa. Apa yang membuatnya berbeda dari kelurahan lain sehingga dia mendapatkan juara dan seterusnya. Lalu kita juga akan serahkan apa saja kelemahan dari tiga kelurahan yang masuk kategori paling bawah,”tegas guru besar UNDANA Kupang ini sembari menambahkan, nantinya juri akan memberi rekomendasi ke Walikota Kupang tentang apa saja yang perlu dibenahi dalam program tersebut.

“Kita akan sampaikan secara terstruktur agar nantinya bagi yang memerlukan silahkan memperbaiki diri atau bisa mendapatkan pembinaan lebih lanjut,”ujarnya.

Baca Juga  George Hadjoh Bangun Kedekatan dengan Masyarakat, Dapat Apresiasi DPRD

Untuk diketahui, juri sudah melakukan penilaian terhadap 51 kelurahan di Kota Kupang, bahkan sudah rapat dan menetapkan 10 kelurahan yang masuk ke penjurian tahap dua. Mereka inilah yang akan dinilai untuk ditetapkan mana juara 1-3 serta harapan 1-3.

Pekan kemarin, juri sudah turun ke tujuh kelurahan dan Senin (4/8) mereka akan berkunjung ke tiga kelurahan lainnya.

Sayangnya, Prof Gusti tidak merinci mana-mana saja kelurahan itu. Dia beralasan, juri memberi pertimbangan bahwa jika diinformasikan maka bisa saja ada upaya untuk memperbaiki yang sudah ada. Padahal yang dinilai adalah konsistensi kelurahan dalam menjaga dan melestarikan lingkungannya.

“Kita mau menguji konsistensi mereka. Apakah tetap menjaga ataukah semacam euforia sesaat karena lomba saja. Nanti setelah evaluasi fisik, kita akan rapat dan menentukan juara,”ungkapnya. (Stenly Boymau)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan