Kupang (MEDIATOR)–Kelurahan Naikoten 1 Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang, masuk dalam 10 besar kelurahan terbaik untuk penjurian tahap kedua. Tahapan ini dihadirkan oleh juri untuk mencari kelurahan mana yang akan menjadi juara kompetisi kelurahan terbersih tahun 2025.
Lurah setempat, Budi Imanuel Izac, kepada Mediatorkupang.com, di Kupang, menegaskan bahwa pihaknya sangat bersyukur masuk dalam kategori 10 besar.
“Senin kemarin kantor kami didatangi dewan juri dan kami diinformasikan kalau Naikoten 1 masuk 10 besar. Kami sangat senang karena sejak saya menjabat disini, sudah 9 tahun, baru kali ini kami masuk 10 besar dalam lomba seperti ini,”tegas Budi menambahkan, selama ini ketika ada kompetisi wilayah terbersih, pihaknya selalu menyampaikan ke juri bahwa jika pasar selalu dimasukkan dalam wilayah penilaian, maka mereka takkan pernah bisa masuk nominasi.
“Kami sangat senang karena jurinya objektif, pasar dipisah. Karena pasar Naikoten itu diurus lembaga tersendiri yakni PD Pasar. Dengan masuknya kami ke 10 besar, kami berusaha untuk berbenah. Apapun hasilnya nanti, itu sudah di luar kemampuan kami, asalkan kami sudah berusaha maksimal,”ungkapnya.
Saat juri tiba, mereka mengevaluasi kembali kebersihan kantor lurah dan lingkungan sekitarnya serta turun ke lokasi lain tanpa didampingi pihak kelurahan.
Dia punya cara menjaga kebersihan kantor dan lingkungan sekitar, yakni membuat jadwal piket yang melibatkan semua staf di kantor.
“Setiap hari ada tiga orang yang piket kebersihan, saya kebagian hari Senin, pak Seklur hari Selasa, didampingi staf dan begitu juga hari berikutnya. Tugasnya memastikan tidak saja di kantor lurah tapi seluruh wilayah harus bersih,”jelasnya.
Saat ini mereka juga punya sudah memiliki Satgas Kebersihan tingkat kelurahan dan setiap hari mereka wajib melaporkan kondisi tiap TPS ke Satgas tingkat kota. Warga pun dihimbau mematuhi jadwal membuang sampah yakni setelah pukul 18.00 Wita dan sebelum jam 05.00 Wita.
“Satgas akan berkeliling pada jam 09.00 pagi dan jika menemukan ada sampah maka akan difoto lalu dilaporkan ke Satgas tingkat kota.
Sekarang tidak ada penumpukan lagi karena mulai ketat. Semua pihak di Naikoten 1 ikut bekerja keras apalagi DLHK mengangkut sampah tepat waktu,”tambahnya, walau diakui masih ada warga kelurahan tetangga yang nakal dan membuang sampah di wilayah kelurahan Naikoten 1.
Punya Bank Sampah
Lurah Budi Izac juga menjelaskan, mereka memiliki dua buah bank sampah yang berlokasi di Mapoli, tepatnya milik Balai Diklat Kehutanan dan satunya lagi di kantor lurah yang dilaunching 31 Juli 2025 kemarin.
Bank sampah ini dibuka setiap hari Kamis jam 08.00-11.30 Wita dan masyarakat dianjurkan membawa sampahnya ke kantor lurah dan ditimbang.
Dan, Kamis (7/8) adalah hari kedua bank sampah ini beroperasi. Diakui, belum terlalu banyak warga yang mengantar sampahnya namun baginya ini akan terus berproses.
“Ini lumrah untuk sesuatu yang baru. Kami terus sosialisasi di tempat suka dan duka agar warga memanfaatkannya,”ujar dia menambahkan, mereka pun punya jadwal, melakukan kerja bhakti setiap Jumat. (Stenly Boymau)






