Gubernur Laiskodat Dampingi Menteri ESDM Keliling Labuan Bajo Pake Motor Listrik

Ekonomi47 Dilihat

MEDIATORKUPANG.COM, LABUAN BAJO—Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat, Jumat (24/6), mendampingi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif berkeliling di Labuan Bajo menggunakan sepeda motor listrik. Parade motor listrik ini dilakukan seusai penandatangan nota kesepahaman atau Memorandum Of Understanding (MoU), kerja sama Pemerintah Provinsi NTT dengan PLN dalam mengembangkan hutan energi dan peternakan terpadu yang dapat menghasilkan biomassa untuk bahan baku co-firing PLTU.

“Usai penandatanganan MU, Gubernur Laiskodat langsung menuju ke Hotel Meruorah Komodo untuk bersama Menteri ESDM Arifin Tasrif serta Direktur Utama PT PLN (persero) Darmawan Prasodjo melakukan launching Sepeda Motor Listrik PLN serta menggelar parade motor listrik yang diikuti oleh seluruh stakeholder. Parade ini merupakan wujud komitmen PLN mendukung tumbuhnya ekosistem kendaraan listrik yang lebih ramah lingkungan,”demikian release dari Biro AP Setda NTT, malam tadi.

Sebanyak 48 motor yang digunakan pada parade kali ini sebagian besar merupakan motor hasil konversi dari motor BBM ke motor listrik hasil modifikasi bengkel lokal. Sehingga motor listrik ini dapat menggerakkan perekonomian masyarakat.

Puluhan rangkaian kendaraan non bahan bakar minyak (BBM) tersebut menempuh jarak sekitar 3,2 kilometer. Perjalanan berawal dari Hotel Merourah menuju Kampung Ujung dan berakhir di Hotel Merourah.

Berkeliling Labuan Bajo, memberikan pengalaman bagi para stakeholders merasakan motor listrik yang merupakan hasil inovasi anak bangsa, sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat untuk menggunakan motor listrik. Terutama, saat ini Labuan Bajo adalah Destinasi Pariwisata Super Premium yang ke depan dianjurkan pemerintah untuk menggunakan kendaraan modern yang ramah lingkungan.

Acara ini merupakan rangkaian Sidang Energy Transition Working Group kedua (ETWG-2) yang merupakan rangkaian Presidensi G20 Indonesia.

Baca Juga  Mantan Dirut Bank NTT Serukan Jaga Reputasi, Jangan Bakar Lumbungnya

Dijelaskan oleh Menteri ESDM, Arifin Tasrif bahwa inovasi motor listrik tersebut tentu akan sangat bermanfaat ke depannya. Akan menjadi alternatif, di mana sumber energi fosil berkurang dan bisa beralih ke energi listrik.

“Ini adalah inovasi untuk masa depan kita semua. Ke depan bukan hanya motor listrik saja, tapi kita juga akan kembangkan kendaraan listrik yang lain, seperti perahu atau kapal Nelayan dengan energi listrik,” tuturnya.

Gubernur Viktor juga berharap, PLN untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah, dalam meningkatkan dan memaksimalkan seluruh potensi dan inovasi yang ada untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Terima kasih untuk PLN yang telah memberikan kepedulian besar kepada Labuan Bajo karena ini kota konservasi. Hal ini sejalan dengan komitmen Indonesia sebagai tuan rumah Presidensi G20 dalam menginisiasi peralihan dari energi fosil berbasis impor menjadi energi baru terbarukan berbasis domestik yang lebih murah dan ramah lingkungan. Oleh karena itu hari ini kita bersama Pak Menteri ESDM melakukan uji coba motor listrik di Labuan Bajo. Ini merupakan kampanye kepedulian kita terhadap lingkungan yang akan terus kita lakukan,” jelas Gubernur Laiskodat.

MOU. Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat, Rektor Universitas Nusa Cendana, Dr. drh. Maxs U. E. Sanam, M. Sc dan Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo saat penandatanganan MoU.
Foto: Biro AP Setda NTT

Tandatangan MoU dengan PLN

Gubernur Viktor tandatangani MOU kerja sama dengan PLN dalam mengembangkan hutan energi dan peternakan terpadu yang dapat menghasilkan biomassa untuk bahan baku co-firing PLTU. PT PLN (Persero) menggandeng Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (Pemprov NTT) dan Universitas Nusa Cendana (Undana) untuk pengembangan dua sumber biomassa yang akan digunakan dalam mendukung program co-firing di pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). Kedua sumber biomassa tersebut berasal dari pengembangan hutan energi dan peternakan terpadu.

Baca Juga  Puji Syukur, Proses Pendataan Lahan Pengembangan PLTP Ulumbu Unit 5-6 Poco Leok Rampung Pekan Depan

Kesepakatan kerja sama yang dilaksanakan di Ayana Komodo Resort, Labuan Bajo pada Jumat (24/6) tersebut tertuang dalam nota kesepahaman atau Memorandum Of Understanding (MoU) antara PLN Unit Induk Wilayah NTT dengan Pemprov NTT dan Universitas Nusa Cendana. Kesepakatan ini diteken dalam sela-sela acara perhelatan forum Energy Transition Working Grup (ETWG) 2.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menjelaskan selain memastikan pasokan biomassa untuk co-firing aman, kerja sama ini juga untuk mendongkrak perekonomian masyarakat. Nantinya Pemprov NTT dan Universitas Nusa Cendana akan memasok kebutuhan biomassa untuk PLTU Bolok.

“Ini energi yang berbasis pada energi kerakyatan. Kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Gubernur yang sudah menyediakan tambahan lahan 3.600 hektare tambahan di kawasan Pulau Timor. Lokasi ini satu ekosistem dengan PLTU Bolok,” ujar Darmawan.

Ia mengatakan nantinya PLN bersama Universitas Nusa Cendana akan menanam tanaman Kaliandra, Kedondong Hutan dan Lamtoro. “Artinya, bagaimana kita melakukan sinergi menambah energi baru terbarukan tetapi di saat yang sama menciptakan lapangan kerja, mempercepat pertumbuhan ekonomi, dan melakukan eradikasi kemiskinan,” tambah Darmawan.

Darmawan menjelaskan saat ini penggunaan co-firing sudah dilakukan PLN di 58 PLTU yang ada di seluruh Indonesia. Langkah ini dilakukan PLN untuk bisa mengurangi ketergantungan bahan baku batu bara dan juga untuk meningkatkan penggunaan energi bersih di PLTU.

“Sinergi ini merupakan upaya bersama untuk menekan emisi karbon guna mendukung tercapainya target carbon neutral pada 2060,” ujar Darmawan.

Lebih lanjut Ia menuturkan bahwa pengembangan hutan energi dan peternakan terpadu sebagai bahan baku biomassa co-firing ini tidak hanya semata-mata untuk kebutuhan PLTU saja. Melalui pengembangan ini, PLN mengajak semua masyarakat terutama di sekitar hutan energi untuk terlibat aktif dalam menjaga lingkungan.

Baca Juga  Membanggakan, PLN UIP Nusra Raih Penghargaan Zero Accident dalam Pencanangan Bulan K3 NTB

Penggunaan biomassa pada PLTU ini bahkan juga memberikan multiplier effect yaitu membuka lapangan pekerjaan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui budaya tanam pohon sebagai bahan baku biomassa.

“Keterlibatan universitas sebagai agent of change juga merupakan wujud dari tri darma perguruan tinggi di mana, para insan akademis turut langsung dalam pengembangan dan pendampingan masyarakat dalam pengelolaan hutan energi dan peternakan terpadu tersebut,” pungkas Darmawan.

Rektor Universitas Nusa Cendana, Dr. drh. Maxs U. E. Sanam, M. Sc menyampaikan terima kasih dan mengapresiasi atas kesempatan berkolaborasi bersama PLN dan Pemda dalam pengembangan green energy dan pengurangan emisi karbon melalui program co-firing dan hutan bioenergi. Menurut dia, program ini sejalan dengan visi Undana sebagai perguruan tinggi berorientasi global.

“Kerja sama ini sejalan dengan  concern Undana terhadap isu-isu global, khususnya terkait keterbatasan sumber daya energi fosil, dan kesehatan serta keselamatan lingkungan,”tuturnya sembari menambahkan, implementasi program-program kerja sama ini tidak saja membawa keuntungan dalam hal terbukanya kesempatan untuk riset dan ketersediaan wahana pembelajaran bagi para akademisi dan mahasiswa Undana, tetapi juga meningkatkan kesadaran akan tanggung jawab bagi seluruh civitas akademika Undana untuk menjadi agent of change ataupun champion dalam program/aktivitas penyelamatan lingkungan dan pemanfaatan sumber daya yang lebih produktif namun ramah lingkungan dan sustainable. “Manfaatnya tidak saja bagi generasi sekarang tetapi juga bagi generasi-generasi yang akan datang,”terangnya. (**/AP/BOY)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *