Kupang (MEDIATOR)— Jemaat Gereja Suara Kebenaran Injil (GSKI) Kemah Pertemuan Kupang (KPK), menggelar ibadah perayaan Natal, pada Minggu (17/12) petang di aula Poltekes Kemenkes Kupang. Hadir dalam ibadah itu, ratusan jemaat. Sementara para tokoh gereja pun hadir, yakni Pdt Johny Kilapong selaku Ketua GSKI Indonesia Timur, Pdt Daud John Tafuli sebagai gembala GSKI KPK, Pdt Noldy Ndaumanu, Pdt Daud M sebagai utusan dari pengurus provinsi dan juga belasan hamba Tuhan dari berbagai Pos Oelayanan Iman (PI) lainnya.

Foto: Mediatorkupang.com
Dalam khotbahnya yakni dikutip dari kitab 1 Petrus 1:17, Pdt Dr. Yehuda Indra Gunawan, SE., yang adalah seorang dosen dari Jakarta dan juga pengurus pusat gereja GSKI pimpinan Erastus Sabdono ini menekankan pentingnya kehidupan yang berlandaskan Kristus. Setiap umat menurutnya wajib hukumnya menjaga kemurnian dan kesucian panggilan.
Dia menekankan agar kualitas hidup sebagai seorang umat Kristiani haruslah diperhatikan, termasuk selalu merestorasi hidup setiap saat. Refleksi iman dituntut untuk haryus selalu dilakukan agar setiap umat berkaca, sejauh mana kualitas keimananan mereka pada Tuhan.

Foto: Mediatorkupang.com
“Kita harus sadari bahwa kita bukan makluk yang tidak gratis. Kita makluk yang penuh dengan resiko. Karena itu saya pesan agar berurusanlah dengan Tuham dengan cara-cara yang benar,”tegasnya.
Sementara Sambutan Natal yang dibawakan Pdt Daud John Tafuli, dia berterimakasih kepada semua pihak yang sudah bersama-sama merayakan ibadah Natal. Diakui, ini baru kali pertama mereka gelar di luar tempat ibadah mereka karena jumlah jemaat yang terus bertambah. Dia berhatap agar kesatu-hatian dalam pelayanan terus dipupuk.
Sementara Pdt Johny Kilapong dalam sambutannya menegaskan, melalui gembala GSKI, Pdt Erastus Sabdono, seluruh umat sudah diajarkan bahwa GSKI sangat-sangat serius dan berkomitmen untuk mengembalikan Kekiristenan ke Kekristenan yang sejati. Karena itu melalui berbagai khotbah itu selalu ditekankan, tentang kualitas iman setiap jemaat.
Bahkan ada satu komitmen yang sudah dibangun olehnya, untuk mengikuti platform yang ditetapkan oleh Pdt Eratus Sabdono, untuk 1 X 24 jam hidup dalam hadirat Tuhan Yang Hidup. (Stenly Boymau)






