DON’T STOP KOMANDAN…!!! (Untuk Kader Karang Taruna)

Tentang Beta76 Dilihat

Shallom…

Salam damai sejahtera

Buat seluruh pengurus Karang Taruna kelurahan maupun tingkat Kota Kupang yang saya kasihi. Satu jam lagi kita segera meninggalkan tahun 2021.  Tahun dimana kita diperhadapkan pada banyak tanggungjawab. Angka COVID yang terus menanjak di awal tahun hingga ada kader terbaik kita yang dipanggil pulang menghadap Sang Empunya Kuasa.

Juga angka warga yang mengidap Demam Berdarah (DBD) yang tidak rendah. Tercatat 10 kasus DBD di awal tahun dan pada Maret 2021, atas kerjasama dengan Dinas Kesehatan Kota Kupang pimpinan Drg Retnowati, berbekal lima unit mesing, kita berhasil melakukan fogging terhadap setidaknya 500 rumah warga di Kelurahan Oebobo, Pasir Panjang, Fatululi dan Nefonaek.

Belum lagi kita menarik nafas, kota terkasih kita dihantam Badai Siklon Tropis Seroja.

Ribuan rumah hancur, tak terbilang banyaknya warga yang rumahnya luluh lantak. Akses-akses jalan tertutup, ekonomi nyaris lumpuh, instalasi listrik bermasalah. Bank NTT, yang oleh inisiasi bersama Direktur Utama, Pak Harry Alex Riwu Kaho, bersama seluruh jajaran direksi dan komisaris pada 6 April 2021, menyerahkan 10 unit mesin chain saw kepada kita.

Baca Juga  SYUKUR

Saya menerimanya dalam bentuk pinjam pakai. Dan dengan melibatkan hampirr 50 relawan, 14 hari kita melayani warga kota ini. 489 laporan yang kita terima, dan hanya bisa tereksekusi 371 titik saja. Kita letih, lelah, karena siang hingga malam kita ada di tengah puing-puing rumah yang tertindis batang pohon besar. Raungan bunyi mesin tidak membuat kita mundur.

Sebagai tulang punggung kota ini, pantang bagi kita menyerah kalah.

Satu demi satu permintaan kita layani, dan Puji Nama Tuhan, hingga hari-hari terakhir, kita bisa melewatinya dengan senyum. Ini tidak lain karena kita bergerak dari hati yang tulus untuk melayani, berbuat sesuatu bagi warga terkasih kita, dengan filosofi yang diemban dan mendarah daging bagi seorang kader Karang Taruna, yakni rela berkorban tanpa pamrih.

Saya teringat, rumah seorang janda di Kelurahan Maulafa, kita datangi, hanya dia sebatang kara. Rumahnya kita bebaskan dari batang pohon, lalu dia mendoakan kita sambil menangis. Belum lagi kisah seorang ayah yang putrinya tewas tertindih pohon besar di sisi Barat Polsek Oebobo. Kitalah tim pertolongan pertama yang hadir, dan mengeksekusi batang pohon ukuran tiga pelukan orang dewasa.

Baca Juga  TUHAN DALAM SECANGKIR KOPI

Saya pun tidak pernah melupakan, raungan tujuh mesin yang kita turunkan untuk mengeksekusi puluhan batang pohon besar yang menghalangi akses jalan menuju ke Gubernuran, dari arah Sonaf Pola Oepura (PDAM Kabupaten Kupang). Dalam hitungan sekira lima jam, dari pukul 16.00 Wita hingga pukul 20.00 Wita, dengan bantuan warga, hutan kecil itu kita buka, dan warga bisa mengakses jalan untuk suplay air minum mereka dengan mobil tangki. Dn ratusan pegawai bisa kembali melalui akses itu menuju kantor gubernur, DPRD dan instansi Pemprov lainnya.

Ada banyak kisah yang kita ukir selama 2021 dan ini akan menjadi catatan paling penting bagi kita kedepan. Kita sudah melakukan audiens dengan teman-teman di DPRD Kota Kupang, dan menyampaikan tentang apa saja kerinduan kita. Terutama terkait keberpihakan pemerintah dalam sisi anggaran. Namun tidak masalah.

Kita tidak perku merengek, apalagi sampai merajuk dan meminta belas kasihan.

Anggaran bukanlah kendala bagi kita.

Masyarakat kota ini tau apa yang kita butuhkan dan di moment mana kita harus ada di tengah mereka.

Baca Juga  “Mohon Restu Rakyat NTT, Beta Maju”

***

Kita segera memasuki tahun yang baru, tahun yang penuh tanda tanya.

Namun jangan akut, jangan ragu, selalun ada harapan bagi kita.

Kita punya hati yang tulus untuk kota ini. Kita punya niat yang murni, suci, bahwa kitalah generasi muda yang harus hadir untuk melayani.

Tanpa pamrih…

Karena itu percayakah, selalu ada jalan yang Tuhan sediakan bagi kita.

Kita sudah menyusun rencana-rencana, program-progranm yang sederhana, tidak dengan sederetan kata muluk yang ditulis dalam dokumen biru penuh kemewahan. Cukup dalam secarik kertas, dan kami simpan sebagai patron agar jangan salah langkah.

Sebagai ketua, saya tidak mungkin berjalan sendiri.

Saya butuh tangan-tangan dari orang-orang hebat. Kader-kader terbaik yang memiliki hati nan luas, jiwa petarung yang selalu mempunyai waktu untuk hadir dan memberi bagi warga di kota ini.

Mari satukan langkah, jalan kita masih panjang.

Jangan pernah berhenti.

Benar,,,

DON’T STOP KOMANDAN.

 

KOMANDO…

(31 Desember 2021)

 

Stenly Boymau

(Ketua Karang Taruna Kota Kupang)

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *