SALATIGA— Dari pengolahan sampah hingga media pembelajaran berbasis permainan tradisional, Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) menghadirkan beragam inovasi yang meraih prestasi di KRENOVA Kota Salatiga 2026. Tiga tim UKSW berhasil membawa pulang penghargaan Juara 2, Juara 3, dan Juara Harapan 1 melalui inovasi Horizontal Decomposter Contraflow, SALTOPIA, dan SensoCube. Prestasi ini memperlihatkan bagaimana ide kreatif mahasiswa dan dosen UKSW dapat dikembangkan menjadi solusi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Dari tiga penghargaan tersebut, dua di antaranya diraih oleh tim mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UKSW melalui inovasi di bidang pendidikan. SALTOPIA (Salatiga Learning Through Traditional Play Arena) meraih Juara 3 dengan mengadaptasi permainan tradisional Sunda Manda menjadi media pembelajaran interaktif, sedangkan SensoCube (SENsory Stimulation Object – Creative Utility for Brain Exploration) meraih Juara Harapan 1 melalui pengembangan alat permainan edukatif untuk mendukung stimulasi sensori anak usia dini.
SALTOPIA hadir sebagai solusi atas minimnya minat anak terhadap permainan tradisional dan pengenalan budaya daerah. Media ini mengemas permainan Sunda Manda (engklek) menjadi arena belajar terpadu dengan metode learning by playing.
Inovasi Sunda Manda Berbasis QR Code
Mewakili tim, Nanda Ramadani menjelaskan bahwa SALTOPIA mengkombinasikan mekanisme dasar Sunda Manda dengan materi edukasi berbasis teknologi. “Kami menyediakan arena permainan, gaco, kartu literasi budaya, hingga QR Code untuk mengakses informasi sejarah, tokoh, wisata, dan kuliner Salatiga,” jelas Nanda.

Sembari melompat di arena, anak-anak mengambil kartu literasi dan menjawab pertanyaan budaya lokal. Integrasi QR Code turut melengkapi pengalaman belajar digital secara aktif dan menyenangkan.
Nanda mengakui tantangan terbesar tim terletak pada upaya menjaga keseimbangan antara unsur permainan dan materi pembelajaran. Saat babak final KRENOVA 2026, tim mendemonstrasikan langsung penggunaan arena dan kartu literasi di hadapan juri.
Ke depan, tim FKIP UKSW berkomitmen untuk tidak berhenti pada ajang kompetisi semata. Tim berencana memperluas cakupan uji coba penerapan SALTOPIA di berbagai sekolah dasar di Salatiga, menambah variasi konten literasi, serta mengajukan Perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) atas produk inovasi tersebut.
Senso Cube Sabet Juara Harapan 1: Inovasi Stimulasi Sensori Anak
Langkah sukses SALTOPIA turut dilengkapi oleh raihan Juara Harapan 1 KRENOVA 2026 yang disabet oleh produk Senso Cube (SENsory Stimulation Object – Creative Utility for Brain Exploration). Dikembangkan menggunakan metode Research and Development (R&D) model ADDIE, Senso Cube hadir sebagai Alat Permainan Edukatif (APE) berbentuk kubus interaktif untuk mengoptimalkan stimulasi sensori anak usia dini serta mendukung pembelajaran inklusif bagi anak berkebutuhan khusus.

Hadir dengan variasi tekstur, warna, bentuk, dan elemen gerak, Senso Cube membantu merangsang motorik halus anak sebagai alternatif atas praktik pembelajaran yang kerap didominasi aktivitas kertas.
Salah satu anggota tim Senso Cube, Agatha Christi Delsada, mengungkapkan rasa bangga dan bersyukurnya atas pencapaian ini. “Lomba KRENOVA ini menjadi pengalaman pertama saya di perguruan tinggi. Saya sangat senang dan termotivasi untuk terus mengembangkan ide-ide kreatif kedepannya. Saat ini produk Senso Cube juga sudah mulai diimplementasikan langsung kepada masyarakat, seperti di lembaga PAUD dan Guru Sekolah Minggu sekitar Salatiga, dan guru menjadikan Senso Cube sebagai media stimulasi tumbuh kembang terintegrasi dengan pembelajaran di sekolah” ungkap Agatha.
Senada dengan hal tersebut, Vania Christian Mulyana menambahkan bahwa kompetisi ini memberikan banyak wawasan baru. “Melihat proses dan karya-karya lain di KRENOVA memberi banyak inspirasi dan memacu semangat kami untuk terus melahirkan inovasi yang bermanfaat,” tambahnya.

Capaian prestasi ini turut mempertegas komitmen UKSW sebagai Kampus Indonesia Mini yang secara konsisten mencetak Creative Minority yang inovatif, berbudaya, serta berdampak bagi masyarakat. Inovasi SALTOPIA juga sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs ke-4 yaitu pendidikan berkualitas melalui pembelajaran interaktif berbasis kearifan lokal, dan SDGs ke-11 yaitu kota dan komunitas yang berkelanjutan melalui pemeliharaan dan pelestarian w
arisan budaya daerah. Sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terakreditasi Unggul, UKSW telah berdiri sejak tahun 1956 dan memiliki 15 fakultas dengan 65 program studi mulai jenjang Diploma hingga Doktor, serta 36 program studi terakreditasi Unggul dan A. Berlokasi di Salatiga, UKSW dikenal sebagai Kampus Indonesia Mini karena keberagaman mahasiswanya yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Melalui semangat Creative Minority, UKSW terus mendorong lahirnya lulusan yang mampu menjadi agen perubahan dan menghadirkan dampak positif bagi masyarakat. (rls/UKSW/BOY)







