Asisten Deputi Kemenko PMK: Akademi BUMDes UKSW Bentuk Inovasi untuk Pemberdayaan Desa

INFO UKSW819 Dilihat

Salatiga (MEDIATOR)–Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) menerima kunjungan kerja dari Asisten Deputi Ketahanan Desa dan Perdesaan, Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia Dr. Suwatin, M.A., pada Rabu (30/04/2025). Kunjungan ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Launching Akademi BUMDes, yang secara resmi diluncurkan pada Senin, 28 April 2025.

Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Kealumnian Profesor Yafet Yosafat Wilben Rissy, Dekan FEB UKSW Dr. Yefta Andi Kus Noegroho, S.E., M.Si., Ak., CMA., CA., Kepala Departemen Akuntansi Profesor Theresia Woro Damayanti, Dosen Departemen Akuntansi dan Pengurus Bumdes Kabupaten Semarang.

Akademi BUMDes pertama

Profesor Yafet Rissy dalam sambutannya menegaskan salah satu fokus UKSW adalah menciptakan lulusan yang mampu berpikir kreatif, menciptakan inovasi, dan mendorong perubahan demi kemajuan. Karena itulah, melalui FEB, UKSW membentuk Akademi BUMDes UKSW yang menjadi akademi resmi BUMDes pertama di Indonesia. Akademi BUMDes ini diharapkan bisa membantu BUMDes di Indonesia menjadi lebih sehat, profitable, dan akuntabel.

Baca Juga  SPEKTAKULER, Gadis Cantik Berusia 29 Tahun Ini Raih Gelar Doktor Manajemen UKSW berpredikat Cumlaude

“Terima kasih atas kehadiran Ibu di kampus UKSW. Kita tahu BUMDes sekarang ini menjadi program prioritas pemerintah. Karena itulah, sesuai misi UKSW kami menjadi yang terdepan dalam mengurus BUMDes. UKSW siap bekerja sama melatih para pengurus BUMDes dalam berbagai aspek seperti aspek inovasi, aspek manajemen dan juga kami mendorong pembentukan koperasi digital,” kata Profesor Yafet Rissy.

Kementerian apresiasi positif

Apa yang dilakukan UKSW mendapatkan apresiasi positif dari  Asisten Deputi Ketahanan Desa dan Perdesaan,  Dr. Suwatin, M.A.

“Mengentaskan kemiskinan bukan dengan bantuan semata, tetapi melalui penciptaan ekosistem pemberdayaan masyarakat. Dan UKSW telah memulainya,” katanya.

Akademi ini, lanjutnya, bahkan telah mendapat notifikasi langsung dari Menteri sebagai program inovatif. Kementerian menilai langkah UKSW sejalan dengan misi pemerataan pembangunan dan penciptaan pusat-pusat ekonomi baru di desa.

Baca Juga  Field Trip Wirausaha Merdeka Kampus UKSW, Lahirkan Eco-Sociopreneur Berkarakter Creative Minority 

“Sebagai instansi, pemerintah punya harapan yang tinggi dari institusi pendidikan perguruan tinggi untuk berkontribusi meningkatkan kapasitas masyarakat. Jadi kita coba dalami lagi lebih lanjut, bagaimana kita bisa berkolaborasi. Tentu saja akses pelatihan menjadi hal yang mendasar. Saya juga mengapresiasi bapak dan ibu yang hadir di sini dengan semangat untuk menimba ilmu dari universitas yang luar biasa ini,”  lanjut Dr. Suwatin, M.A.

Dalam diskusi yang berlangsung, berbagai kebutuhan peningkatan kapasitas mengemuka. Mulai dari pengelolaan keuangan, manajemen (SDM, pemasaran, kemitraan), kemampuan menganalisis potensi desa, hingga penguasaan teknologi dan komunikasi.

Haryono pengurus BUMDes dari Desa Bangunjaya menuturkan bahwa Akademi BUMDEs yang diselenggarakan UKSW sangat bermanfaat.

Baca Juga  Dua Doktor Baru DSP UKSW, Perkuat Solusi Krisis Publik dan Smart Farming Berkelanjutan

“Dari pendampingan yang dilakukan, sangat memudahkan saya saat membuat laporan. Dulu saya tidak bisa membuat laporan dan struktur organisasi, tapi sekarang sudah bisa,” katanya.

Senada, Moch Masturi pengurus BUMDes dari Desa Bergas Kidul juga menyampaikan hal yang sama, mendapatkan manfaat pengetahuan dari Akademi BUMDes yang diikutinya, membuka wawasan baru dalam tata kelola desa. (RLS/UKSW/BOY)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan