Undana Eksekusi Program “DESTANA” di Aimere Timur

Pendidikan594 Dilihat

NGADA – Universitas Nusa Cendana (Undana) kembali menegaskan komitmennya dalam memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT). Melalui Skema Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), tim akademisi Undana berkolaborasi dengan BPBD Kabupaten Ngada dan Pemerintah Desa Aimere Timur mengeksekusi Program Desa Tangguh Bencana (DESTANA) di Desa Aimere Timur, Kecamatan Aimere, Kabupaten Ngada, Senin (20/7/2026).

Langkah konkret ini dihadirkan untuk membentengi kawasan pesisir dari potensi bencana alam melalui pendekatan berbasis pemberdayaan masyarakat dan pelestarian lingkungan. Mengusung tema: “Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pengelolaan Lingkungan dan Penguatan Sistem Tanggap Darurat”, program ini tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, melainkan mendorong partisipasi aktif warga.

Rangkaian kegiatan yang dipusatkan di kantor desa serta kawasan Pesisir Pantai Aimere ini mencakup sosialisasi kebencanaan, pemetaan wilayah rawan, penyusunan jalur evakuasi, pelatihan pertolongan pertama, hingga simulasi situasi darurat.

Perwakilan Ketua Tim PkM Undana, Ratno Susanto, S.Pd., M.Pd menjelaskan bahwa pemberdayaan masyarakat merupakan kunci utama dalam membangun desa yang tangguh terhadap bencana.

“Oleh karena itu, kami menghadirkan berbagai kegiatan seperti sosialisasi kebencanaan, identifikasi risiko, penyusunan rencana evakuasi, pelatihan pertolongan pertama, hingga simulasi tanggap darurat agar masyarakat memiliki pengalaman langsung dalam menghadapi kondisi darurat,” ujar Ratno.

Pelaksanaan program ini mendapat apresiasi penuh dari Pemerintah Desa Aimere Timur. Sekretaris Desa Aimere Timur, Alexander Soda Doa, yang mewakili Kepala Desa, menilai DESTANA sebagai langkah strategis dalam membangun kesadaran sekaligus meningkatkan kesiapan masyarakat.

Baca Juga  Undana Perketat Validasi PDDikti dan Siapkan Sanksi Drop Out Akademik

“Melalui program ini, kami berharap masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga lingkungan sekaligus memiliki kemampuan untuk bertindak cepat dan tepat ketika menghadapi situasi darurat. Ketangguhan desa hanya dapat terwujud apabila seluruh elemen masyarakat terlibat aktif dalam upaya mitigasi dan penanggulangan bencana,” ujar Alexander.

Dukungan senada juga ditegaskan oleh Kepala Bidang Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Ngada, Nyongki Ruda. Pihaknya menekankan bahwa kesiapsiagaan harus menjadi budaya yang terus dikembangkan di tengah masyarakat pesisir.

“Desa Tangguh Bencana bukan sekadar sebuah program, tetapi sebuah proses membangun kapasitas masyarakat agar mampu mengenali ancaman, mengurangi risiko, serta melakukan penanganan awal secara cepat sebelum bantuan dari luar datang. Dengan masyarakat yang siap, dampak bencana dapat diminimalkan,” tegas Nyongki.

Baca Juga  Digitalisasi SNPMB 2026, berikut Kemudahan yang Harus Diketahui Sekolah Pengguna e-Rapor

Melalui keberhasilan pelaksanaan Program DESTANA di Desa Aimere Timur ini, Undana membuktikan bahwa riset dan keahlian akademik tidak hanya berhenti di ruang kuliah, tetapi hadir meretas persoalan nyata di tengah masyarakat NTT demi terwujudnya lingkungan yang aman, tangguh, dan sejahtera. (Audc/RLS/UNDANA/BOY)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan