Kupang (MEDIATOR)– Universitas Nusa Cendana (Undana) memperluas jangkauan kontribusi pengabdiannya ke wilayah kepulauan dengan menginisiasi kolaborasi strategis bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Alor. Kerja sama ini dirancang untuk menjawab tantangan kronis di daerah, mulai dari penanganan stunting, kemiskinan ekstrem, hingga kajian akademis terkait rencana pemekaran Kabupaten Pantar.
Rencana besar tersebut dimatangkan dalam pertemuan antara Rektor Undana, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng., bersama Wakil Bupati Alor, Rocky Winaryo, S.H., M.H., di Kupang, Jumat (27/2). Pertemuan ini menandai transformasi Undana yang kini lebih berfokus pada skema “Riset Berdampak” yang selaras dengan kebutuhan riil pemerintah daerah.
Hilirisasi Riset dan Ketahanan Pangan
Rektor Undana, Prof. Jefri Bale, menegaskan bahwa universitas telah mengalokasikan dana sekitar Rp8 miliar untuk pilot project riset berdampak di NTT. Untuk Kabupaten Alor, Undana mendorong sinkronisasi antara keahlian pakar kampus dengan potensi sektor unggulan daerah, seperti pengolahan komoditas porang yang kini mulai dilirik investor.
“Kami ingin meruntuhkan sekat antara kampus dan daerah. Alor perlu menginventarisasi persoalan prioritas agar intervensi akademik yang kami berikan, baik di bidang pertanian, perikanan, maupun hukum, benar-benar menjadi solusi yang terukur,” ujar Prof. Jefri.
Penguatan SDM dan Kajian Pemekaran
Selain sektor pangan, kolaborasi ini menitikberatkan pada peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Pemkab Alor memproyeksikan pengiriman Aparatur Sipil Negara (ASN) dan tenaga pendidik untuk melanjutkan studi pascasarjana serta Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) di Undana.
Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan FISIP Undana, Dr. Rudi Rohi, SH.,M.Si., menambahkan bahwa salah satu agenda mendesak dalam kerja sama ini adalah pelibatan akademisi Undana dalam riset pemekaran Kabupaten Pantar. “Dokumen kerja sama resmi sedang disusun agar kajian kewilayahan ini memiliki landasan akademik yang kuat dan objektif,” jelasnya.
Menjawab Tantangan Daerah Kepulauan
Wakil Bupati Alor, Rocky Winaryo, mengakui bahwa sebagai daerah kepulauan, Alor menghadapi kendala kompleks pada kapasitas fiskal dan keterbatasan SDM. Ia berharap kehadiran Undana dapat memberikan intervensi sistematis terhadap isu kerawanan pangan dan stunting yang masih menjadi rapor merah di beberapa titik.
“Kami membutuhkan sains untuk bergerak. Dukungan Undana dalam aspek budidaya hingga pengolahan hasil pertanian sangat kami nantikan untuk mendongkrak ekonomi kerakyatan di Alor,” ungkap Rocky.
Dukungan serupa mengalir dari DPRD Kabupaten Alor. Anggota DPRD Alor, Yohanis Atamai, S.Pd., optimistis sinergi ini akan mempercepat pembangunan daerah melalui sentuhan para pakar. Pertemuan tersebut diakhiri dengan kesepakatan percepatan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) sebagai payung hukum bagi implementasi program di lapangan.
Melalui kolaborasi ini, Undana mempertegas posisinya sebagai “World Class – Locally Relevant University” yang tidak hanya unggul di ruang kelas, tetapi juga hadir sebagai mesin solusi bagi kemajuan masyarakat di beranda terdepan NTT. (Ref/RLS-UNDANA/TIM)












