Ny. Rowiy Fischbach Kenang Superstar Dunia Dolly Parton: ‘Hidup Harus Punya Arti dan Makna’

Internasional471 Dilihat

“TELAH meninggal dunia ‘Dolly Parton’, tanggal 25 Agustus 2026 dalam usia 80 Tahun. Beliau meninggal dunia karena kanker yang sangat panjang. Sudah dioperasi sembuh dan akhirnya kembali lagi kanker itu dalam dua tahun terakhir sampai beliau meninggal.”

 

Demikian penggalan narasi duka yang ditulis Ny. Rowiy Fischbach, seorang warga Amerika kelahiran Kupang di laman media sosial (Facebook-nya), baru-baru ini hanya beberapa saat setelah superstar dunia, Dolly Parton meninggal dunia. Jelas saja Ny Rowiy sangat berduka, karena ternyata mereka memiliki satu visi mulia yakni selalu menebar kasih kepada mereka yang membutuhkan. Ny. Rowiy adalah seorang perawat  senior dan kini menjadi direktris pada tiga rumah sakit lansia besar di Amerika. Bersama dengan sang suami Mr. John Fischbach, kini menempati kediaman mewah mereka di Beverly Hills, California.

 

Dolly seperti dikhabarkan, adalah seorang artis populer, bintang film, penyanyi, pengarang lagu, rekord produser dan business woman yang sukses dengan memiliki total kekayaan aset pribadi saat meninggal dunia tersisa sebesar $746 M ($846 Milion US Dollar) atau Rp 14 Triliun lebih.

Nilai ini merupakan jumlah dari sisa harta kekayaan peninggalan dari Dolly Parton dan suaminya Carl Thomas Dean, yang sudah meninggal terlebih dahulu pada 3 Maret 2025 dalam usia 82 tahun. Mereka menikah pada 30 mei 1966 dan rumah tangga ini bertahan selama 60 tahun terakhir.

Baca Juga  Rahasia Tarian Michael Jackson: Melawan Gravitasi di Smooth Criminal

 

Lebih jauh ditulis Ny Rowiy, Dolly dan suaminya Carl tidak dikaruniai seorang anakpun karena di usianya yang ke-35, rahim Dolly Parton diangkat dalam sebuah operasi karena kanker rahim yang dideritanya.

“Beliau karena tidak ada seorang anakpun, maka beliau akhirnya mendirikan organisasi kemanusiaan khusus untuk membantu dan membiayai anak-anak yang berkekurangan secara ekonomi dan juga terlantar di dunia,”demikian Ny Rowiy yang juga menyebut, Ny Dolly dan suaminya semasa hidup, seluruh pendapatan dari kerja kerasnya disumbangkan untuk karya-karya kebaikan.

 

“Mereka berdua suami isteri terus perpanjang sayap mereka bukan saja untuk anak-anak terlantar dan susah, tetapi juga buat orang-orang yang menderita kanker, AIDS, di seluruh dunia. Khususnya buat negara-negara miskin yang tidak mampu dan kekurangan biaya serta keperluan obat. Bantuan dari organisasi resmi milik Dolly Parton ini pun sudah menembus Indonesia sejak lama,”tulis Ny Rowiy.

 

Organisasi Kemanusiaan

Untuk diketahui, organisasi kemanusiaan dari Dolly Parton bergabung dan bekerja sama dengan palang merah international (Red Cross) serta organisasi kanker lainnya di dunia untuk terus membantu dalam seluruh aspek kesehatan dan kemanusiaan lainnya.

Baca Juga  Surat CHE GUEVARA yang Mengharukan, Pada Putrinya Tercinta

 

“Beta dan suami juga sudah bergabung dengan lembaga resmi organisasi yang didirikan oleh Dolly Parton sejak tahun 2013 lalu hingga kini. Ketong termasuk atau ambil bagian sebagai salah satu donatur,”demikian Ny Rowiy.

 

Dolly Parton mempunyai anggota donatur dari berbagai status sosial dan juga level. Dia tidak menutup diri terhadap semua bantuan. Siapa saja bisa menjadi anggota dan memberi dalam organisasi kemanusiaan tersebut serta berapapun banyaknya sumbangan dari setiap donatur itu seluruhnya dipakai untuk kemanusiaan.

 

Sementara sisa dari harta kekayaan peninggalan dari Dolly Parton dan suaminya akan diwariskan untuk organisasi kemanusiaan yang mereka dirikan untuk membantu dunia. Tentu saja akan melibatkan Red Cross International (Palang Merah International) serta organisasi kemanusiaan resmi yang tergabung di dalamnya.

Ny Rowiy dan suami Mr John Fischbach. Pasangan ini telah melakukan banyak karya kemanusiaan tidak saja di NTT, mereka menjadi bagian penting dalam beberapa lembaga kemanusiaan dunia.
Foto: Dok

“Akhir kata, hidup ketong ini harus punya arti dan makna,”demikian Ny Rowiy dalam penggalan tulisannya yang penuh reflektif. Bahwa hidup akan terasa penting dan bermakna jika memiliki arti bagi sesama.

Baca Juga  Prabowo Bertemu Presiden Marcos, Filipina Mitra Strategis Terbaik Bidang Pertahanan

 

“Dolly Parton mempunyai moto atau simbol atau patokan dalam hidupnya dan sejak dari masa muda sampai masa tua dalam setiap interview, yang selalu dikatakan adalah: Yesus berkata dan memerintahkan kita harus mengasihi sesamamu manusia seperrti engkau mengasihi dirimu sendiri,”tegas Ny Rowiy menambahkan “Janganlah menjadi hakim-hakim untuk dosa-dosa seseorang/sesama kita sebab hak itu semata milik Tuhan yang adalah hakim diatas segala hakim.”

 

Tak hanya itu, kesimpulan berikutnya menurut Rowiy dari peristiwa kematian Dolly Parton, adalah ‘Hidup harus punya kasih, dan jangan hanya pengakuan bahwa kami adalah orang-orang Kristen percaya Yesus, tetapi tidak memiliki kasih, tetapi memiliki kebencian dan penuh tudingan terhadap sesama’.

 

Baginya, agar memiliki hidup yang berkenan dalam kerajaan Allah yakni Kasih.

Diakui, semua memiliki kekurangan dan dosa, namun alangkah baiknya jika kita masing-masing mengurus serta membenahi diri masing-masing agar jika masih memiliki kekurangan atau doa, sebaiknya dibereskan daripada mengurusi dan menghakimi orang lain.

 

“Benar dan salahnya tingkah laku serta cara hidup dari seseorang, itu menjadi urusan antara dia dengan Tuhan Yesus nanti di penghakiman. Tugas kita adalah terus mencintai dan mengasihi siapapun dia,”pungkas Ny. Rowiy mengenang prinsip atau moto hidup dari Dolly Parton selama 80 tahun menjalani ziarah hidup di dunia. Beristirahatlah dalam kedamaian abadi. (TIM/Stenly)

Jangan Lewatkan