Nefonaek Masuk 10 Final Lomba Kebersihan Kota Kupang 2025, Bank Sampah Asmaraloka Jadi Pionir

Metro717 Dilihat

Kupang (MEDIATOR)–Kelurahan Nefonaek, Kecamatan Kota Lama, Kota Kupang masuk dalam 10 kelurahan terbaik lomba kelurahan terbersih tahun 2025. Program ini dihadirkan Walikota dr Christian Widodo sebagai implementasi road map tata kelola sampah tingkat Kota Kupang yang baru diluncurkan.

Lurah Nefonaek, Josephina N. Ungiruwalu, SP, kepada Mediatorkupang.com, menaruh apresiasi atas kerja keras semua warga kelurahannya sehingga mereka masuk dalam jajaran kelurahan bergengsi di tahun ini. Baginya, ini hasil kerja keras semua.

Ternyata mereka punya unggulan dalam pengelolaan sampah di wilayah yang sering dikenal dengan nama Perumnas ini. Yakni, Bank sampah unit Asmaraloka Kelurahan Nefonaek.

Bank sampah ini ternyata sudah hadir sejak lama dan tatakelolanya melibatkan banyak pihak. Dan jangan ditanya seperti apa dampaknya bagi masyarakat.

Baca Juga  Ikatan Keluarga Amfoang Bertemu Jeriko, Ini yang Dibicarakan

Tidak hanya sampah berkurang di masyarakat, melainkan munculnya kesadaran warga karena sampah sudah bernilai ekonomis.

“Hingga bulan Juli 2025 kemarin sampahnya sudah terpilah dari setiap rumah tangga karena bernilai ekonomis. Biasanya sampah yang dibuang ke TPA Alak itu 11 ton lebih namun setelah ada bank sampah ini, tidak lagi,”jelasnya.

Secara ekonomis, mereka diuntungkan karena mendapatkan keuntungan sebesar Rp 17 juta lebih.

Mereka pun bekerjasama dengan Bank Sampah Induk Mutiara Timor.

Pihak kelurahan menurutnya terus melakukan sosialisasi ke warga

Bank Sampah Asmaraloka yang diketuai Ibu Hana Natun terus beraktivitas hingga saat ini. Bahkan mereka melakukan sosialisasi serta pendekatan ke warga untuk ikut memilah sampahnya.

Baca Juga  Klinik Fisioterapi March Medika Hadir di 1 Th Anniversary KADIN Kota Kupang, Diapresiasi Positif Walikota Terpilih

“Kami juga ikut dibantu oleh saudara-saudara kita yang difabel, dan mereka melakukan pemilahan sampah dari rumah”ungkap lurah yang kerab disapa Ina ini.

Lalu bagaimana dengan sampah yang tidak sempat diolah? Dia menjelaskan, seluruhnya tertampung di kontainer yang tersebar di kelurahannya dan ditarik setiap dua hari sekali. Dengan masuknya Kelurahan Nefonaek sebagai finalis, dia berpesan kepada semua untuk menjadikan itu sebagai motivasi.

“Jangan berpuas diri, melainkan terus memotivasi diri dan sesama untuk ikut bertanggungjawab menjaga lingkungan agar tetap bersih,”ungkapnya sembari berterimakasih kepada juri dan panitia. (BOY)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

News Feed