Dari Pengolahan Limbah hingga AI, Mahasiswa PPG UKSW Hadirkan Inovasi Pendidikan,

INFO UKSW709 Dilihat

SALATIGA–Mahasiswa Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) menghadirkan beragam inovasi pendidikan melalui Gelar Karya PPG yang diselenggarakan pada, Rabu (28/10/2026). Mengangkat gagasan dari kebutuhan sekolah dan masyarakat, kegiatan ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memperkenalkan hasil Proyek Kepemimpinan sekaligus menunjukkan penerapan ide kreatif dalam dunia pendidikan.

Sebanyak delapan stan karya ditampilkan dalam Gelar Karya PPG. Dosen sekaligus pengelola PPG UKSW, Tri Nugroho Budi Santoso, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa stan tersebut mewakili delapan rombongan belajar (rombel) PPG Gelombang1 Tahun 2026. Peserta terdiri atas lima rombel Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), satu rombel Matematika, satu rombel Bimbingan dan Konseling (BK), serta satu rombel Informatika.

Beragam karya yang ditampilkan mencakup media pembelajaran, produk pengolahan limbah, hingga inovasi berbasis kecerdasan buatan. Di bidang kepedulian lingkungan, mahasiswa PPG PGSD menghadirkan sejumlah produk dari bahan yang mudah ditemukan di sekitar sekolah. Insania Rizkyning Praja dan Azizah Nurul Silmi memperkenalkan briket dari daun kering, lilin aromaterapi dari minyak jelantah, pot mini dari botol bekas, serta cairan pembersih lantai berbahan eco-enzyme dari kulit buah. Sementara itu, Atik Alfi Sahar mengembangkan sabun cair berbahan daun sirih untuk mendukung kebiasaan mencuci tangan di SDN Mangunsari 2.

Baca Juga  Jurnalistik Berintegritas di Tengah Tantangan Digital: Perspektif Dosen dan Alumni UKSW

Inovasi media pembelajaran juga hadir melalui Emma Store, buku interaktif untuk pembelajaran bahasa Inggris yang dikembangkan Violetta, mahasiswa PPG yang melaksanakan praktik di SD Kristen Satya Wacana Salatiga. Buku tersebut dilengkapi kosakata, panduan pelafalan, stiker, dan kartu. Adapun David Eko Purnomo memperkenalkan Smart Box Si Pancas, media pembelajaran Pendidikan Pancasila yang menghubungkan buku fisik dengan materi digital, video, lagu, serta kuis interaktif.

Pemanfaatan teknologi digital juga menjadi bagian dari inovasi mahasiswa PPG. Roy Hanafi, memperkenalkan pemanfaatan AI untuk membantu peserta didik membuat permainan dan situs web. Sementara itu, mahasiswa PPG BK, Jenia Wahyu Widiastuti, menghadirkan media pendampingan psikososial bagi remaja berupa situs web untuk berbagi cerita dan permainan kartu bertema pengelolaan stres. Karya tersebut telah diperkenalkan kepada siswa di SMA Negeri 3 Salatiga dan SMA Kristen 1 Salatiga.

Tri Nugroho menjelaskan bahwa Gelar Karya merupakan bentuk presentasi hasil Proyek Kepemimpinan mahasiswa pada akhir kegiatan PPG. Menurutnya, inovasi yang dihasilkan tidak seharusnya berhenti sebagai tugas perkuliahan, tetapi perlu diperkenalkan agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas.

“Kegiatan perkuliahan tidak hanya berlangsung secara eksklusif di dalam kelas, tetapi inovasi yang dihasilkan mahasiswa juga dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas,” ungkap Tri.

Baca Juga  MANTAP!! Rektor dan Institusi UKSW Panen Prestasi Penghargaan Kinerja Terprogresif di Anugerah LLDIKTI VI

Dampak karya tersebut turut dirasakan sekolah mitra. Kessia Endah Setiani, guru pamong dari SD Negeri Blotongan 2, menilai kegiatan mahasiswa PPG memberikan pengalaman belajar yang berbeda bagi siswa. Ia melihat mahasiswa tidak sekadar menyelesaikan tugas perkuliahan, tetapi benar-benar menghadirkan kegiatan dan produk yang dapat diterapkan di sekolah.

“Saya melihat mereka benar-benar mengerjakan dan menghasilkan sesuatu secara nyata, bukan sekadar formalitas,” tuturnya.

Gelar Karya PPG ini dirangkaikan dengan pembukaan Laboratorium FKIP Terpadu yang menampilkan karya dari berbagai program studi di lingkungan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UKSW.
Foto: UKSW

Antusiasme juga terlihat dari pengunjung. Mahesi Khema Kirana, siswa SMA Negeri 3 Salatiga, mengaku tertarik dengan berbagai karya yang dipamerkan, khususnya permainan hasil pengembangan mahasiswa Informatika. Menurutnya, setiap karya memiliki keunikan dan memberikan pengalaman baru.

Gelar Karya PPG ini dirangkaikan dengan pembukaan Laboratorium FKIP Terpadu yang menampilkan karya dari berbagai program studi di lingkungan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UKSW. Dekan FKIP UKSW, Dr. Helti Lygia Mampouw, S.Pd., M.Si., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-70 FKIP UKSW sekaligus upaya memperkenalkan karya dan inovasi pendidikan kepada masyarakat.

“Kami membayangkan bahwa FKIP dapat memberikan dampak bagi masyarakat luas. Pada akhirnya, kami ingin setiap karya memberikan dampak melalui caranya masing-masing,” tutur Helti.

Baca Juga  Babak Baru UKSW, Kampus Pertama Jadi Tuan Rumah dalam Program Dialog Budaya dan Nusantara Academic

Melalui Gelar Karya dan pembukaan Laboratorium FKIP Terpadu, UKSW mendorong calon pendidik untuk tidak hanya mengembangkan kompetensi pembelajaran, tetapi juga peka terhadap kebutuhan lingkungan dan mampu menghadirkan solusi kreatif yang bermanfaat bagi sekolah serta masyarakat. Acara ini mempertegas kiprah UKSW dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) yaitu ke-4 pendidikan berkualitas, ke-9 yaitu Industri, Inovasi dan Infrastruktur, dan ke-17 yaitu kemitraan untuk mencapai tujuan. Kegiatan ini juga menjadi wujud nyata komitmen UKSW terhadap program Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Diktisaintek) Berdampak yang selaras dengan Asta Cita 4 yaitu memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM), sains, teknologi, dan pendidikan.

Sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terakreditasi Unggul, UKSW telah berdiri sejak 1956 dengan 15 fakultas dan 65 program studi di jenjang D3 hingga S3 dengan 36 prodi terakreditasi Unggul dan A. Terletak di Salatiga, UKSW dikenal dengan julukan Kampus Indonesia Mini, mencerminkan keragaman mahasiswanya yang berasal dari berbagai daerah. Selain itu, UKSW juga dikenal sebagai “Creative Minority” yang berperan sebagai agen perubahan dan inspirasi bagi masyarakat. (RLS/UKSW/BOY)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan