UKSW Hadir dan Memberkati Indonesia, Pdt Norman Beri Testimoni Berbagai Kelebihan Kuliah Disana

INFO UKSW73 Dilihat

Kupang (MEDIATOR)—Siapa sangka, kehadiran Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) sudah banyak memberi warna bagi bangsa Indonesia. Banyak sumbangsih yang diberi, sebagai bukti keberpihakannya pada upaya mencerdaskan anak bangsa, dan berkontribusi pada pembangunan.

Ada testimoni menarik dari seorang aktivis mahasiswa, yang pernah mengemban tanggungjawab sebagai Ketua Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM), sewaktu kuliah di kampus yang berlokasi di Salatiga, di tahun 1997 silam. Yakni Pdt Norman M. Nenohai, M.Si yang kini dipercaya untuk menduduki jabatan sebagai Ketua BPP Pendidikan Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT).

Kepada Mediatorkupang.com, Rabu (8/5) pagi ini, alumnus Fakultas Theolgia UKSW ini menegaskan bahwa perkembangan almamaternya dulu dan saat ini sangat jauh. Bahkan dia menyebutnya drastis.

“Kalau dulu kita kuliah pakai sistem yang sederhana, manual. Tapi sekitar tahun 2000-an sistemnya sudah sistem informasi akademik . Akses jejaring UKSW itu meluas ke berbagai tempat. Jadi proses pendaftaran sekarang tidak harus kesana, dari mana saja bisa mendaftar. Jurusan-jurusan yang ditawarkan itu adalah yang dibutuhkan saat ini, conect dengan kebutuhan jaman,”ujarnya sembari mencontohkan di bidang keilmuan mengenai teknik informasi, teknologi, politik, hukum dan ekonomi yang cukup berkembang dengan peminat yang sangat banyak.

Kelebihan UKSW masih dirincinya, tidak saja mencetak sarjana tetapi membuka ruang jejaring untuk job fair, sehingga para alumni berproses dalam rekrutmen tenaga kerja.

“Contoh kasus kami di Fakultas Theologia, berjejaring dengan sekolah-sekolah penabur. Dan banyak sekolah Kristen untuk menyerap sarjana alumni, karena di semua lapisan ada pergerakan alumni IKASATYA. Sehingga lulusan kami memang banyak namun semua dapat memasuki dunia kerja dengan baik,”tegasnya menambahkan, di Fakultas Theologia yang diketahuinya, setiap kali wisuda banyak perusahaan yang datang dan memberikan tawaran pekerjaan dengan menyerap ribuan tenaga kerja.

Baca Juga  Prodi Kedokteran UKSW Salatiga Terima Mahasiswa Baru, Syaratnya Mudah, Silahkan Daftar Disini

“Saya mau katakan, ini menolong alumni kita. Dan mereka bekerja di berbagai keahlian,”ujarnya.

UKSW pun menyeleksi banyak prestasi, baik di dalam maupun luar negeri.  Kemajuan informasi menyebabkan siapapun dengan mudah mengakses informasi mengenai kondisi UKSW hari ini. Adanya pengakuan dari dalam negeri maupun luar negeri, membuat para alumni merasa yakin bahwa tekad menjadikan UKSW sebagai World Class University yang terus didengungkan di era kepemimpinan Rektor Prof Intiyas Utami ini, akan tercapai.

Satu hal ,menarik lagi dirinci Pdt Norman. Yakni manajemen tata kelola keuangannya yang bagus dan menjadi tempat terbaik bagi siapapun untuk pergi belajar di Salatiga

“Contohnya sentralisasi keuangan di UKSW. Fakultas-fakultas yang kecil itu bisa enjoy karena di-back up oleh fakultas-fakultas yang besar. Jadi mereka saling back up. Jika dibandingkan dengan universitas lain, fakultas yang kecil akan menuju ke tutup, karena mereka kelola uang yang kecil. Beda dengan UKSW, mereka benar-benar disupport. Dulu ada fakultas yang bagus itu Teknik Elektro. Tahun 2000-an mulai bergeser dan saling menopang karena pendanaannya tersentralisasi,”ungkapnya.

Yang menarik di UKSW masih menurutnya, yakni persiapan tenaga pendidik yang secara sistematis, terencana dan dilakukan dengan baik sehingga ada banyak doktor lulusan luar negeri, semuanya siap untuk mengajar.

Baca Juga  Jawab Tantangan Forum Rektor Indonesia: UKSW Komitmen Tingkatkan Inovasi

“Tenaga pengajarnya sangat banyak sekali. Beda dengan yang lain, dimana kita kesulitan tenaga pengajar sehingga tenaga-tenaga pengajar yang sudah tidak produktif dari sisi usia, yang sudah waktunya istirahat namun diajak untuk mengajar,”tambahnya.

UKSW menghadirkan lingkungan persaingan yang sehat dan dibuktikan dengan banyak guru besar yang mereka hasilkan. Ini tak lain ditopang oleh cara kerja dan komunikasi yang baik. Belum lagi tawaran beasiswa di UKSW sangatlah banyak serta terbuka untuk semua golongan.

“Siapa saja bisa akses dan mendapatkan peluang ini. Kami di GMIT dan saya di bidang pendidikan mau katakan bahwa UKSW banyak menjadi berkat bagi bangsa ini. Dan hari ini kita (GMIT) ada satu proyek besar dengan UKSW untuk pengembangan kapasitas sebuah sekolah model di Desa Kesetnana, Kota SoE, Kabupaten TTS. Mulai dari TK, SD, SMP, SMA Kristen. Itu sekarang didesain oleh UKSW, dibantu pendampingannya oleh UKSW dan sekarang baru satu taun berjalan,”jelas Pdt Norman. Baginya ini terobosan hebat karena UKSW dalam perannya membangun SDM generasi muda, melihat sampai ke pedalaman bahwa harus ada yang dibantu.

Apalagi ada tawaran beasiswa mulai dari S1, S2 dan S3 dan ruang itu dibuka untuk umum. Ini sangatlah baik, karena para tenaga pengajar bisa memanfaatkan ruang ini secara bebas tanpa tendensi apapun.

“Ini sesuatu yang luar biasa karena ternyata masih ada lembaga pendidikan Kristen yang sudah maju namun masih berpikir tentang orang lain. Terutama di daerah terpencil. Kalau pikiran saya, UKSW sudah menjadi berkat yang luar biasa bagi banyak pihak.”

Baca Juga  Rektor UKSW Salatiga Bangga dengan Alumni, Komitmen Tingkatkan Kolaborasi

Masih tak habis-habisnya Pdt Norman memberi testimoni, dia memberi apresiasi atas tekad UKSW menjadikan kampus itu sebagai Kampus Indonesia Mini. Atau miniaturnya Indonesia. Siapapun bisa kuliah disana, dosen dari seluruh Indonesia diberikan ruang untuk mengajar. Dan kini, kota Salatiga menjadi kota toleran karena semua etnis dan semua agama ada disana, mereka hidup berdampingan, rukun dan kampus ini menjadi miniatur Indonesia.

“Sehingga saya mau katakan sekali lagi, UKSW sudah hadir dan menjadi berkat besar bagi bangsa Indonesia. Dan ini tergantung pemimpinnya. Dia mampu menterjemahkan visi besar pendiri bangsa, yang diaktualisasikan dalam berbagai program di dunia pendidikan. Salut untuk itu,”ungkap Norman sembari menambahkan alasannya menyebut UKSW menjadi berkat bagi bangsa, karena penerapan Satuan Kredit Semester (SKS) yang diberlakukan di seluruh perguruan tinggi di Indonesia dicetuskan oleh kampus ini. Hingga program tri semester dalam setahun, yang penerapannya di beberapa universitas.

“Kita bersyukur karena UKSW memberkati NTT dengan alumninya yang sangat banyak. Beberapa guru besar di UKSW itu asalnya dari NTT dan mereka benar-benar bagus,”pungkasnya.

Untuk diketahui, Pdt Norman masuk di UKSW tahun 1997 dengan mendaftar di kantor sinode GMIT, dan itu adalah pertama kalinya pembukaan pendaftaran di Kupang, karena selama ini terkonsetrasi di Salatiga. Setelah tamat, dia berkarya di GMIT dan tahun 2012 memperoleh beasiswa dari UKSW untuk study lanjut pasca sarjana di sana. Dia diwisuda tahun 2014 dan dia kembali melayani di Kupang. (Stenly Boymau)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *