Ridwan Kamil Siap Lobi Provinsi Lain, Jadikan NTT Tuan Rumah PON 2028

Lainnya42 Dilihat

MEDIATORSTAR.COM, Kupang

Pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII masih tujuh tahun lagi. Namun saat ini Provinsi NTT terus melakukan pendekatan dengan sejumlah provinsi, agar dalam pelaksanaan voting April mendatang, mereka mendukung NTT menjadi tuan rumah PON XXII. Sebagai bukti keseriusan NTT, maka Wakil Gubernur NTT selaku Ketua Umum KONI NTT, Josef A. Nae Soi mengunjungi Pemprov Jawa Barat. Disana Josef meminta dukungan untuk menjadi tuan rumah PON XXII. Pertemuan tersebut dilaksanakan di ruang kerja Gubernur Jawa Barat, Senin (31/1).

“Direncanakan PON XXII tahun 2028 adalah PON Nusa Tenggara. Mohon dukungan dari Gubernur Jawa Barat karena NTT dan NTB adalah Sunda Kecil, untuk itu diharapkan Dukungan dari Sunda besar untuk Sunda kecil karena voting pemilihan tuan rumah PON  XXII terjadi bulan April ini nanti,”harap Wagub Josef.

Baca Juga  Disaksikan Isteri Tercinta, Wagub NTT Tampil Memukau dan Raih Doktor dengan Predikat Cum Laude

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengatakan secara prinsip, Provinsi Jawa Barat siap dukung. “1000 persen, Jabar siap dukung dan bantu loby ke Provinsi lain untuk dukung PON Nusa Tenggara. Kita harus upayakan tidak melalui voting, melalui musyawarah mufakat saja.Saya mendukung PON Nusa Tenggara karena saya mencintai tanah Nusa Tenggara,”ungkap Gubernur Kamil.

Masih menurutnya, di Jabar olahraganya cukup berkembang karena ada sport science, ada fakultas sport science. “Silahkan NTT bangun sport science di NTT atau datang  belajar di sini,”tegasnya.

Selanjutnya Ketua Umum KONI Jawa Barat, Ahmad Saefudin mengungkapkan terkait keberhasilan olahraga di sana. “Keberhasilan olah raga di Jawa Barat yaitu kami terus mencari dan menata sumber atlet  dan didata by name by address. Seluruh fasilitas yang tersedia tidak didapat dari pemerintah saja, tadi melibatkan semua pihak. KONI Jabar melihat (yang tidak dilihat KONI lain) yaitu sentuhan kepada para atlet. Banyak atlet yang tidak disentuh. Sentuhan kebanyakan hanya sampai di pengurus,”tegasnya.

Baca Juga  NTT Sangat Butuh HIPMI

Komponen utamanya adalah latihan, makanan dan kesehatan. Atlet menurutnya harus bisa dibiayai menjadi sarjana. Harus ada digitalisasi data atlet serta yang mesti menjadi pemahaman bersama yaitu olahraga bukan hanya prestasi tapi juga bisnis, ekonomi, UMKM. (***/MSC01)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *