Berawal dari Warung Lesehan, 10 Tahun ‘SUKA RAMAI’ Kini Ikon Chinese Food Terbaik di Kupang

Ekonomi52 Dilihat

Kupang (MEDIATOR)—Siapa tidak kenal Suka Ramai, sebuah resto yang berdaya pikat tinggi karena sajian Chinese Food-nya yang lezat? Benar. Berbagai testimoni pengunjung selalu merekomendasikan, Suka Ramai adalah tempat dengan menu yang selalu membuat siapa saja ingin kembali ke sana.

Siapa sangka, ternyata resto besar yang selalu ramai ini adalah inkarnasi dari sebuah warung kecil, lesehan, yang dulunya dibuka di kawasan Jl. Piet Tallo-Liliba. Kini sudah memiliki gedung yang representatif, juga di Jl Piet Tallo, satu baris dengan hotel berbintang. T-More Hotel.

Kamis (2/5) malam yang lalu, pemilik resto, Benediktus John Langoblolok didampingi isteri tercinta dan anak-anak, merayakan ulang tahun resto yang ke-10. Acara syukuran ini menjadi special, karena Chef Jojo, demikian dia disapa, mengundang sejumlah rekan bisnis dan juga kolega satu organisasi di KADIN Kota Kupang. Hadir Ketua KADIN Kota Kupang, Budiharto Ang, serta sejumlah rekan seperti Erick Robin, Rudy Rikoni, Wels dan sejumlah rekan lainnya.

Chef Jojo bersama sahabatnya saat momentum perayaan HUT 10 Tahun Suka Ramai.
Foto: Stenly Boymau/Mediatorkupang.com

Hingga beberapa saat seusai prosesi pembakaran lilin ulang tahun dan pemotongan tumpeng, hadir anggota DPD RI termuda dengan suara terbanyak di NTT, dr Stevi Harman. Dia tidak sendiri, ikut hadir Mario Pranda yang adalah ketua HIPMI Manggarai Barat. Mereka pun ikut bersukacita atas sajian dinner dengan sumberdaya laut Kupang dipadukan dengan bumbu khas Tiongkok yang dibawa langsung Chef Jojo saat berkunjung ke sana, pekan lalu.

Baca Juga  Layanan Digital di Waterfront City Labuan Bajo, Upaya Cerdas Bank NTT Sambut G20

Dalam testimoninya, Budyharto Ang memberi apresiasi yang tinggi atas kesuksesan Chef Jojo yang ditopang keluarga, berhasil menghadirkan resto dengan kualitas terbaik di Kota Kupang. Dan baginya, ini adalah sebuah capaian hebat yang harus terus dipertahankan. Karena, tidaklah mudah menghadirkan resto dengan ciri khas menu seperti Suka Ramai.

“Karena itu di malam hari ini saya doakan agar Suka Ramai semakin maju, terus hadir menjadi berkat bagi masyarakat Kota Kupang dan sekitarnya. Kita tahu bahwa Suka Ramai ini adalah tempat makan favorit bagi tamu dari luar, karena dari bandara, mereka langsung mampir. Ini tempat persinggahan yang mudah dan enak,”ungkap Budiharto yang baru beberapa hari yang lalu, memimpin belasan pengusaha anggota KADIN Kota Kupang, mengikuti kunjungan bisnis di sejumlah kota besar di Tiongkok. Ikut dalam perkunjungan itu Chef Jojo bersama sang isteri.

Baca Juga  Tim KADIN NTT Kunjungi Shenzhen, Dongguan & Chongqing
Chef Jojo bersama sahabatnya saat momentum perayaan HUT 10 Tahun Suka Ramai.
Foto: Stenly Boymau/Mediatorkupang.com

Dalam sebuah diskusi dengan media ini, Budiharto juga mengakui, Suka Ramai diawali dari sebuah warung lesehan, namun kini bertansformasi menjadi resto dengan kapasitas yang lumayan besar.

“Karena dia sajikan menu utamanya Chinese Food dengan cita rasa special, dan satu yang menjadi kebelihannya adalah hospitalitynya keren. Nah ini yang dibutuhkan oleh masyarakat kita. Mereka ingin mencicipi menu baru, dan jika diperlakukan baik, tentu mereka akan kembali lagi,”ungkap Budiharto.

Sementara kepada Mediatorkupang.com di sela-sela syukuran yakni di lantai dua resto, Chef Jojo membenarkan bahwa awalnya mereka adalah sebuah warung kecil. Lesehan, dengan kapasitas meja yang tidak terlalu banyak.

“Saya memulainya dari nol. Awalnya saya membuka resto karena motivasi bahwa di Kota Kupang ini juga mempunya sumberdaya laut yang berkualitas. Jadi bagaimana caranya Suka Ramai menghadirkan kenyamanan kepada masyarakat kita dengan hasil laut kita sendiri,”tegas Chef Jojo yang mengakui bahwa ketika mengawali bisnis kuliner ini sejak tahun 2014.  Berawal dari hanya tujuh meja, dia terus berusaha dan bekerja keras.

Baca Juga  Gerak Cepat PLN Bangun Kolaborasi Nasional Kembangkan PLTS Apung Berkapasitas 42 MWp di Batam

Dia tahu pasti bagaimana manajemen hati, atau tidak jumawa ketika bisnisnya mulai bertumbuh positif.

“Saya selalu berpikir positif tentang diri saya. Kalau orang lain bisa, kenapa saya tidak bisa. Saya baru pakai Ruko pada 2016, dan di awal kita merintis usaha ini ketika bapak kandung saya meninggal dunia di Lembata. Saat itu saya berprinsip, saya harus mandiri di Kota Kupang dan puji syukur hari ini kita punya karyawan sudah 21 orang,”ujarnya. Sudah menjadi komitmennya bahwa para pemburu kuliner sebenarnya tidak hanya mencari menu dengan cita rasa yang menarik, namun pada pelayanan. Jika usahanya lesehan namun pelayanannya berkelas tentu mereka akan lebih memilih kesana. Inilah yang membuatnya bertahan dan terus maju di bisnis Chinese Food. “Karena Chinese Food adalah keahlian saya. Saya belajar secara otodidak,”pungkasnya. (stenly boymau)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *