Anak Muda Calon Dokter dari NTT, Sudah Bisa Kuliah di Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga

Pendidikan768 Dilihat

Salatiga (MEDIATOR)—Ini kabar gembira bagi seluruh tamatan sekolah di Provinsi NTT dan sekitarnya. Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga telah menerima Surat Keputusan (SK) Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) dengan nomor 749/E/O/2023, tentang izin pembukaan Program Studi Kedokteran Program Sarjana dan Program Studi Pendidikan Profesi Dokter Program Profesi.

Kabar baik ini diumumkan di Ruang Rapat Graha Kartini Kampus Jalan Kartini, Kamis (14/09/2023) sore.  Pada moment itu, SK tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VI Bhimo Widyo Andoko, S.H., M.H., kepada Ketua Pengurus Yayasan Perguruan Tinggi Kristen Satya Wacana (YPTKSW) Drs. M.Z Ichsanudin, yang kemudian diserahkan kepada Rektor UKSW Prof. Dr. Intiyas Utami, S.E., M.Si., Ak.

Hadir juga saat itu Wakil Pembina Harian YPTKSW Pdt. Musa Salusu, M.Th., para Wakil Rektor, Dekan serta Direktur Direktorat yang ada di lingkungan UKSW, Wakil Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Salatiga Dra. Yuni Kurniandari, Ketua YAKKUM Pdt. Simon Julianto, S.Th., M.Si, serta tamu undangan lainnya. Tak ketinggalan turut hadir  keluarga besar Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK), tempat prodi baru ini bernaung.

Rektor Intiyas mengungkapkan rasa syukur dan bahagia dengan diterimanya SK ini dan mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung dan berupaya bekerja keras menyiapkan pembukaan prodi ini. Terlebih kepada Rektor Universitas Sam Ratulangi (UNSRAT) Prof. Dr. Ir Oktovian Berty Alexander Sompie, M. Eng., IPU., dan Dekan Fakultas Kedokteran (FK) UNSRAT Prof. Dr. dr Nova H. Kapantow, DAN, MSc., SpGK., yang telah memberikan komitmen dan dukungan penuh kepada UKSW.

Baca Juga  52 Proposal Lolos Pendanaan, UKSW Sandang Peringkat 7 PTS se-Indonesia Bidang Riset dan Pengabdian Masyarakat

Ditambahkannya, proses yang dilalui cukup panjang untuk mewujudkan mandat yang diberikan sejak tahun 1962. “Kemudian, kami diberikan kepercayaan menjalankan mandat ini sejak bulan Januari. Kemudian dilakukan visitasi pada 23 dan 24 Agustus lalu,” kata Rektor Intiyas.

Proses visitasi telah dilakukan oleh tim Direktorat Kelembagaan DIKTI, Direktur Penyediaan Tenaga Kesehatan DIKTI, Direktur Akreditasi LAMPT-Kes, Konsil Kedokteran Indonesia (KKI), Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia (AIPKI), Asosiasi Rumah Sakit Pendidikan Indonesia (ARSPI), Universitas Padjadjaran, UKI ATMA JAYA, Koordinator Pengembangan Kelembagaan, Kementerian Kesehatan serta LLDIKTI Wilayah VI Jawa Tengah.

SEREMONI. Suasana pertemuan pada Ruang Rapat Graha Kartini Kampus Jalan Kartini, Kamis (14/09/2023). 
Foto: Humas UKSW/Mediatorkupang.com

Peran Penting FK UNSRAT

FK UNSRAT sebagai Pembina turut mengawal dan mendampingi UKSW pada saat visitasi. Prof. Dr. dr. Bernabas Harold Ralph Kairupan, SpKJ-K KARKAP sebagai Ketua Senat UNSRAT hadir sebagai bukti komitmen yang kuat.

Tim FK UNSRAT yang hadir dipimpin langsung oleh Dekan FK UNSRAT Prof. Dr. dr Nova H. Kapantow, DAN, MSc., SpGK. Tim Pembina dari FK UNSRAT beranggotakan Dr. dr. Billy J. Kepel, M.Med. Sc., Sp. KKLP, dr. Carla Felly Kairupan, Ph.D., Sp. KKLP, Dr. dr. Herlina I. S. Wungouw, MsAppSc, MMedEd, AIFM, Dr. dr. Greta J. P. Wahongan M. Kes., SP. Par.K., dr. Siemona L. E. Berhimpon, MARS., dr. Elvin C. Angmalisang, M. Biomed., dr. Henry M. Palandeng, M.Sc., Sp. KKLP, dr. Herdy Munayang, MA.

Ungkapan terima kasih dan apresiasi juga disampaikan kepada FK UNSRAT yang sudah memberikan komitmen dan dukungan penuh kepada UKSW, baik dalam proses penyusunan dokumen, penyusunan kurikulum, pembinaan kepada para dokter calon dosen, memberikan masukan mengenai sarana pra sarana, serta mendampingi seluruh proses visitasi.

Baca Juga  Ada Spirit Satu Hati antara UKSW dengan Media Mitra, Dua Pohon Kamboja Jadi Simbol Persahabatan

“Tanpa pendampingan dan pembinaan dari tim FK UNSRAT, kami tidak akan dapat sampai pada tahapan ini,” kata Prof. Dr. Ferdy S. Rondonuwu, S.Pd., M.Sc., Ketua Satuan Satgas Pendirian Program Studi Kedokteran Program Sarjana dan Program Studi Pendidikan Profesi Dokter Program Profesi.

Dukungan penuh juga diberikan oleh yayasan, baik dari Pengawas, Pembina dan Pengurus YPTKSW.  Ketua Pengurus YPTKSW juga menyampaikan rasa bahagianya karena UKSW telah menerima SK izin pembukaan Prodi Studi Kedokteran Program Sarjana dan Program Studi Pendidikan Profesi Dokter Program Profesi. Dikatakannya ini adalah cita-cita yayasan dan UKSW sejak lama.

“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Salatiga yang mendukung sepenuhnya sehingga cita-cita UKSW terwujud,” tambah Prof. Dr. Ferdy S. Rondonuwu.

Sementara itu Kepala LLDIKTI dalam arahannya mengharapkan prodi baru UKSW ini bukan hanya menjadi prodi yang prestisius saja tetapi juga bersifat humanis bagi masyarakat sekitar.

“Saya berharap kita juga bisa membantu masyarakat sekitar yang kurang mampu dan UKSW terus meningkatkan mutunya,” kata Kepala LLDIKTI VI.

Tantangan baru

Setelah menerima SK Prodi baru, Kepala LLDIKTI juga menantang UKSW untuk mendeklarasikan dirinya sebagai perguruan tinggi unggul di dunia, karena tantangan ke depan tidak mudah dan akan menghadapi banyak perguruan tinggi asing.

Proses yang dijalani UKSW adalah memenuhi persyaratan utama yakni memenuhi akreditasi institusi Unggul dan memenuhi persyaratan yang di upload melalui SIAGA (Sistem Informasi Kelembagaan). UKSW juga melakukan benchmarking ke berbagai fakultas kedokteran sebagai salah satu persiapan yang dilakukan, selain juga melengkapi fasilitas sebagai salah satu persyaratan.

Baca Juga  UKSW Salatiga Hadirkan Kurikulum Talenta Merdeka, Jadikan Kuliah Semakin Inovatif dan Asyik

Ditegaskan Rektor Intiyas, prodi baru UKSW ini mengambil visi keilmuan yang belum ada di Prodi Kedokteran lain yang menjadi tempat benchmarking.  Visi ilmu dipilih adalah kedokteran komunitas yang menitikberatkan pada bidang promotif dan preventif penyakit degeneratif. Hal ini didasarkan pada daftar riwayat penyakit yang ada di Salatiga juga kota lainnya yang menjadi wahana pendidikan Prodi Kedokteran UKSW.

Persyaratan yang telah dipenuhi UKSW antara lain, jumlah dosen sebanyak 26 dosen yang terdiri dari 10 dosen biomedik, anatomi, histologi, patalogi anatomi, farmakologi, patologi klinik, fisiologi, biokimia, biomolekuler, biologi, parasitologi klinik, humaniora, kesehatan masyarakat; 12 dokter spesialis yang terdiri dari spesialis mata, bedah, obgyn, penyakit dalam, THTKL, kulit kelamin, saraf, jiwa, forensik, serta spesialis anak.

Fasilitas sarana prasarana yang disiapkan antara lain adalah 14 laboratorium, ruang kuliah, ruang dosen, ruang tutorial. Gedung kuliah berada di Kawasan Jalan Kartini Salatiga dan Gedung Perpustakaan O Notohamidjojo lantai 6 dan 7 di Kampus UKSW Jalan Diponegoro.

Rumah sakit pendidikan utama Prodi Kedokteran UKSW adalah Rumah Sakit Umum Daerah Kota Salatiga dan berafiliasi dengan Rumah Sakit Panti Wilasa dr. Cipto (YAKKUM), Rumah Sakit Tentara dr. Asmir Salatiga dan Rumah Sakit Bethesda Lempuyangwangi.

Rektor Intiyas juga mengungkapkan pada angkatan pertama tahun ini, UKSW akan menerima 50 mahasiswa dari seluruh Indonesia untuk selanjutnya diseleksi masuk kuliah di akhir September 2023. (***/RLS/UKSW/KJR)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *